Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Kurnia Yunita Rahayu
Dream - Minat masyarakat Jakarta untuk menjadi pengemudi ojek berbasis aplikasi online makin besar. Hal ini terbukti saat perusahaan penyedia transportasi umum secara online, GrabTaxi membuka perekrutan kanal sepeda motor atau yang dikenal GrabBike diserbu ribuan orang.
" Saat ini ada 3000 orang yang sedang antre untuk diproses keanggotaannya di GrabBike, sebelumnya mereka sudah mendaftarkan diri dengan mengisi form aplikasi," kata Head Marketing GrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.
Selain itu, Kiki menambahkan, terdapat sekitar 2000 orang pula yang ikut mengantre namun belum pernah mengisi formulir pendaftaran GrabBike sebelumnya. Jadi, diperkirakan sekitar 5000 orang datang ke pelataran Plaza Barat GBK untuk bergabung dengan perusahaan itu.
Perusahaan penyedia jasa transportasi yang sudah beroperasi sejak November 2014 ini memang mendapat hasil kerja yang cukup besar. Menurut Kiki, pada minggu ketujuh di awal pendirian GrabBike, jumlah order yang masuk sudah mencapai 500.000.
Oleh karena itu, pihaknya merasa amat penting untuk senantiasa menambah jumlah armada serta pengemudi. " Kami sadar permintaan di Jakarta itu sangat besar. Belum lagi orang ingin terlepas dari macet, GrabBike bisa mengatasinya," tutur Kiki.
Selain di Jakarta, permintaan akan ojek GrabBike di Bogor, Tangerang dan Bekasi diakui Kiki juga amat besar. Namun, perusahaan tidak mau tergesa-gesa, fokus pelayanan mereka masih di dalam ibukota saja.
Kiki menjelaskan, tujuan besar perusahaannya memang bukan hanya meluaskan bisnis secepatnya namun, ingin mengubah cara masyarakat Asia Tenggara dalam menggunakan transportasi umum. Di samping itu, GrabBike juga berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya.
Secara finansial, GrabBike mencatat, rata-rata penghasilan pengemudi ojeknya mencapai Rp 8 juta perbulan. " Tapi data transfer kita memperlihatkan, kita juga pernah transfer (penghasilan pengemudi) hingga puluhan juta," ujar Kiki.
Jumlah tersebut diperoleh sebab perusahaan ini menerapkan sistem bagi hasil sebesar 90:10 kepada pengemudi.
Untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengemudi dan pelanggan, GrabBike juga telah bekerjasama dengan perusahaan asuransi. Juga membuat program insentif dan beasiswa pendidikan untuk anak pengemudi berprestasi, serta jaminan pensiun. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya