Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Menguat Hari Ini, Selasa 6 November 2018.
Dream - Indeks syariah menguat terbetas setelah diselamatkan di menit-menit akhir perdagangan. Adanya aksi beli pemodal jelang penutupan mendorong tiga indeks syariah kembali ke teritori positif.
Sentimen penguatan kurs rupiah terhadap dollar AS juga memicu pelaku pasar untuk kembali melantai pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 6 November 2018.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan naik tipis 0,139 poin (0,08%) ke level 175,587. ISSI dibuka menguat di level 176,002 dan terus bergerak naik sekitar satu jam sebelum penutupan sesi pertama.
Di sesi kedua, tekanan jual mulai melanda saham-saham syariah. ISSI nyaris bergerak di zona hijau sepanjang sesi siang ini sebelum diselamatkan aksi beli jelang penutupan. ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 176,262.
Kondisi yang sama dialami dua indeks acuan bluechip syariah. Jakarta Islamic Index (JII), terangkat 0,540 poin (0,08%) ke level 655,749. Sementara indeks JII70 naik 0,382 poin (0,18%) ke level 217,118.
Penguatan tipis juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menanjak 3,336 poin (0,06%) ke level 5.923,930.
Nilai perdagangan saham syariah kali ini mengalami sedikti kenaikan usai mencetak angka Rp2,91 triliun dari 27,68 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Investor lebih senang melepas sahamnya di sektor industri aneka, barang konsumsi, manufaktur, dan pertanian. Keempat indeks ini melemah 1,66 persen, 1,22 persen, 0,94 persen, dan 0,91 persen.
Pelemahan empat indeks ini masih ditopang oleh penguatan indeks sektoral lainnya, terutama sektor pertambangan dan properti. Kedua indeks ini terangkat 1,07 persen dan 0,96 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya menanjak Rp850, ITMG Rp450, INTP Rp400, INDY Rp150, dan SILO Rp150.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TCPI yang harga sahamnya terkoreksi Rp400, AALI Rp325, INDR Rp170, ASII Rp150, dan INDF Rp150.
Dari pasar uang, rupiah perkasa. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 168 poin (1,13 persen) ke level Rp14.808 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya