Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Menjajal MRT Jakarta.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal moda transporasi baru mass rapit transit (MRT) Jakarta dari Stasiun Hotel Indonesia (HI) ke Depo Lokomotif Lebak Bulus. Dalam uji coba tersebut, Jokowi sempat menjajal MRT yang menempih perjalanan berjarak 16 kilometer.
Pertama kali menjajal MRT, Jokowi tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ini terlihat saat presiden tiba di Stasiun HI yang menjadi lokasi pemberangkatannya.
“ Ini menurut saya, stasiun di sini lebih bagus daripada MRT di Singapura,” kata Jokowi dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 November 2018.
Ketika menjajal transportasi ini, Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Didamping direksi MRT Jakarta, Jokowi tampak serius menyimak pemaparan rencana pengembangan moda transportasi baru di ibukota itu. Salah satunya adalah rencana MRT Jakarta yang akan mengoperasikan kereta secara otomatis.
Dalam tahap uji coba kali ini, rombongan presiden baru menjajal kereta yang masih dioperasikan secara manual.
Tiba di Depo Lebak Bulus, Jokowi menceritakan perjalanan uji coba MRT kali in berjalan lancar. Meskipun melaju 60 km per jam, dia tidak mendengar kebisingan.

“ Suaranya dapat dikatakan, tidak ada bisingnya. Tidak terdengar. Menurut saya, sangat bagus,” kata dia.
Jokowi mengharapkan pengembangan proyek MRT bisa menjadi contoh daerah lainnya dalam pengembangan moda transportasi massal. Dia juga berpesan kepada seluruh pemerintah daerah untuk tidak takut dalam mengambil keputusan.
Malah, dia juga siap mendukung seluruh pemerintah daerah dalam pengembangan moda transportasi massal, seperti MRT dan LRT.

“ MRT pertama, LRT pertama, kereta cepat juga pertama. Kalau tidak kita putuskan, kita tak tahu ada masalah apa di situ, ada kendala apa di situ. Memang, ini harus memulai, seperti di Jakarta mulai, Palembang juga mulai, nanti menyusul Bandung, Surabaya, Medan mulai. Saya kira transportasi massal adalah transportasi kita semua,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya