Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Menguatnya kurs rupiah membawa sentimen positif bagi pasar syariah Indonesia. Indeks syariah yang dibuka melemah akhirnya berhasil berbalik menguat.
Kenaikan itu terjadi di saat pasar modal Indonesia kembali tertekan aksi jual investor asing yang naik menjadi Rp 501 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 21 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,824 poin (0,59%) ke level 141,471.
Aksi rebound juga sukses diukir indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 3,467 poin (0,59%) ke level 591,686.
Perdagangan saham syariah di awal pekan ini relatif sepi mencapai Rp 2,69 triliun. Aksi beli saham mendorong 105 emiten syariah ke zona hijau dan 63 lainnya sudah tertekan ke teritori negatif.
Lebih dari separuh, atau 19 emiten penghuni JII juga masuk zona hijau.
Indeks saham syariah mengawali awal pekan di zona merah. Dibuka di level 139,999, indeks ISSI sempat jatuh ke posisi terendah di 139,845.
Saham sektor industri dasar menjadi pendorong laju bursa saham dengan kenaikan 2,64 persen. Sementara saham infrastruktur naik 1,03 persen, properti 0,91 persen.
Emiten semen menjadi penghuni top gainer dipimpin INTP yang naik Rp 800, SMGR Rp 425, ICBP Rp 375, UNTR Rp 200, dan AKRA Rp 125 per saham.
Sementara LPPF memimpin daftar top losser dengan koreksi Rp 425 per saham. Disusul UNVR Rp 275, AALI Rp 150, INDF Rp 75, dan WIKA Rp 40 per saham.
Dari pasar keuangan, rupiah bergerak melesat di awal pekan ini. Rupiah naik 143 poin (1,03%) ke level 13.774 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya