Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Perkasa, Indeks Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Syahid Latif
Senin, 21 Desember 2015 16:52
Rupiah Perkasa, Indeks Syariah Berbalik Menguat
Indeks ISSI dan JII memulai awal pekan di zona positif.

Dream - Menguatnya kurs rupiah membawa sentimen positif bagi pasar syariah Indonesia. Indeks syariah yang dibuka melemah akhirnya berhasil berbalik menguat.

Kenaikan itu terjadi di saat pasar modal Indonesia kembali tertekan aksi jual investor asing yang naik menjadi Rp 501 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 21 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,824 poin (0,59%) ke level 141,471.

Aksi rebound juga sukses diukir indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 3,467 poin (0,59%) ke level 591,686.

Perdagangan saham syariah di awal pekan ini relatif sepi mencapai Rp 2,69 triliun. Aksi beli saham mendorong 105 emiten syariah ke zona hijau dan 63 lainnya sudah tertekan ke teritori negatif.

Lebih dari separuh, atau 19 emiten penghuni JII juga masuk zona hijau.

Indeks saham syariah mengawali awal pekan di zona merah. Dibuka di level 139,999, indeks ISSI sempat jatuh ke posisi terendah di 139,845.

Saham sektor industri dasar menjadi pendorong laju bursa saham dengan kenaikan 2,64 persen. Sementara saham infrastruktur naik 1,03 persen, properti 0,91 persen.

Emiten semen menjadi penghuni top gainer dipimpin INTP yang naik Rp 800, SMGR Rp 425, ICBP Rp 375, UNTR Rp 200, dan AKRA Rp 125 per saham.

Sementara LPPF memimpin daftar top losser dengan koreksi Rp 425 per saham. Disusul UNVR Rp 275, AALI Rp 150, INDF Rp 75, dan WIKA Rp 40 per saham.

Dari pasar keuangan, rupiah bergerak melesat di awal pekan ini. Rupiah naik 143 poin (1,03%) ke level 13.774 per saham.

Beri Komentar