Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Bank Muamalat Indonesia (Bank Muamalat) tahun depan menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumen di kisaran 15 persen.
Menurut Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman, target itu dilandasi atas rencana pemerintah untuk perbaikan ekonomi di tahun mendatang.
" Pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari tahun ini. Tahun 2016, diharapkan akan jauh lebih baik," katanya disela-sela acara hijrah Bank Muamalat ke kantor barunya di Muamalat Tower, Minggu, 20 Desember 2015.
Salah satu rencana untuk menggeber target pasar itu ialah mendorong pembiayaan bisnis perumahan. Menurut Direktur Bisnis Retail Bank Muamalat Purnomo B Soetadi, bank syariah pertama di Indonesia ini akan memberikan pembiayaan perumahan untuk segmen menengah. Pembiayaan perumahan menengah dipilih Bank Muamalat karena relatif aman.
“ Secara umum pembiayaan perumahan cukup aman, secara portofolio jika kelas menengah dengan ukuran yang kecil dan rumah pertama kualitas pembiayaanya lebih bagus dan aman,” kata Purnomo.
Selain pembiayaan perumahan, Bank Muamalat juga membidik pembiayaan kendaraan bermotor melalui channeling ke multifinance atau perusahaan pembiayaan. Keputusan ini didasari atas tumbuhnya industri kendaraan bermotor di tahun mendatang.
“ Kami yakin tahun depan pembiayaan kendaraan bermotor khususnya roda dua akan membaik, daya beli meningkat dan masyarakat berani untuk mengajukan pembiayaan,” ujar dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya