Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sejumlah langkah diambil Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Rizal Ramli terkait peningkatan kesejahteraan rakyat kecil. Seperti saat berkunjung ke Sibolga, Sumatra Utara belum lama ini.
Menurut menteri Rizal, kedudukan Indonesia dengan wilayah kemaritiman terluas kedua di dunia belum mampu menyejahterakan kehidupan para nelayan. Keprihatianan yang ia rasakan mempengaruhi pengambilan beberapa kebijakan baru di bidang terkait.
" Nelayan termasuk pihak yang paling miskin. Kemudian kami berikan asuransi dari kecelakaan hingga anak akan kami biaya untuk sekolah," tutur Rizal saat berkunjung ke kantor Kapanlagi di Axa Tower, Jakarta, kemarin.
Tak hanya berhenti sampai di situ, Rizal menggas pula pendirian koperasi sebagai rencana jangka panjang. Termasuk dalam mengatur strategi usaha yang harus di tempuh para nelayan dalam mengembangkan usaha mereka.
Dengan berdirinya koperasi ini, diharapkan dapat mempermudah para nelayan dalam mendapatkan bantuan modal. Sehingga mereka dapat membeli atau membuat kapal untuk mengangkut ikan dengan cara yang lebih mudah.
Selanjutnya, pria berumur 61 tahun ini juga memberi perhatian khusus pada kota-kota penghasil ikan di daerah pesisir pantai. Sehingga pada 2016 mendatang, telah dirancang sebuah desa percontohan di Indramayu, Jawa barat.
" Kota-kota ikan di Indonesia itu jorok dan tidak teratur. 2016 mau mulai kita buat fishing village lalu kita bangun seribu rumah percontohan agar lebih bersih," imbuh Rizal.
Hal itu bertujuan agar masyarakat nyaman berkunjung, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Kemudian hal itu akan mempengaruhi pariwisata yang tengah diarahkan pada sektor destinasi bahari.
Terakhir, Rizal memiliki harapan yang cukup besar pada gerakan gemar makan ikan sedari dini. Menurutnya, orang Indonesia harus lebih sering mengonsumsi ikan yang memiliki segudang vitamin dibanding daging.
" Orang Indonesia harus diajari makan ikan yang berproteiin tinggi, nggak bakalan gemuk dan tidak menyebabkan kanker. Kondisi sekarang, 30 persen anak Indonesia kekurangan makan ikan jadi kurang cerdas," kata Rizal menegaskan.
Laporan Ratih Wulan Pinandu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya