Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar menjatuhkan bursa saham Indonesia. Pemodal asing yang kemarin membanjiri pasar juga melakukan aksi jual saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 2,120 poin (1,48%) ke level 140,647.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 12,298 poin (2,05%) ke level 588,219.
Kedua indeks acuan saham syariah ini mendekam di zona negatif sepanjang perdagangan. ISSI sempat jatuh ke level terendah di 140,148 dan tertinggi di 141,319.
Dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,8 triliun, aksi beli investor cuma mampu mengangkat 61 emiten syariah ke zona hijau. Sebanyak 4 emiten bluechips syariah juga sukses ditutup menguat.
Sisanya, ISSI dipenuhi 111 emiten yang ditutup melemah dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Jelang libur akhir pekan ini pelaku pasar tampaknya menahan aksi beli saham. Kenaikan signifikan kemarin memaksi pelaku pasar mencoba menarik untung.
Hal itu terlihat dari seluruh indeks sektor saham yang berguguran dipimpin emiten keuangan yang turun 3,09 persen. Disusul industri dasar 2,28 persen dan barang konsumsi 2,28 persen.
Top losser emiten unggulan syariah kali ini dihuni UNVR yang turun Rp 1.125 per saham. Diikuti LPPF Rp 650, ITMG Rp 475, UNTR Rp 475, dan AALI Rp 425 per saham.
Sebaliknya, meski hanya naik tipis, empat emiten bluechips yang menjadi top gainer kali ini adalah SSMS dengan kenaikan Rp 35, PWON Rp 23, MPPA Rp 15, dan PGAS Rp 15 per saham.
Sementara itu, koreksi besar juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dipicu emiten sektor keuangan, IHSG terpangkas 87,310 poin (1,92%) ke level 4.468,654.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dollar sore ini bergerak menguat. Naik 122 poin (0,87%), rupiah bertengger di level 13.932 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya