Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Turun Tajam Diterpa Aksi Ambil Untung

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 18 Desember 2015 16:21
Indeks Syariah Turun Tajam Diterpa Aksi Ambil Untung
Seluruh indeks sektoral bergerak melemah dipimpin emiten keuangan.

Dream - Aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar menjatuhkan bursa saham Indonesia. Pemodal asing yang kemarin membanjiri pasar juga melakukan aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 2,120 poin (1,48%) ke level 140,647.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 12,298 poin (2,05%) ke level 588,219.

Kedua indeks acuan saham syariah ini mendekam di zona negatif sepanjang perdagangan. ISSI sempat jatuh ke level terendah di 140,148 dan tertinggi di 141,319.

Dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,8 triliun, aksi beli investor cuma mampu mengangkat 61 emiten syariah ke zona hijau. Sebanyak 4 emiten bluechips syariah juga sukses ditutup menguat.

Sisanya, ISSI dipenuhi 111 emiten yang ditutup melemah dan 48 lainnya bertahan stagnan.

Jelang libur akhir pekan ini pelaku pasar tampaknya menahan aksi beli saham. Kenaikan signifikan kemarin memaksi pelaku pasar mencoba menarik untung.

Hal itu terlihat dari seluruh indeks sektor saham yang berguguran dipimpin emiten keuangan yang turun 3,09 persen. Disusul industri dasar 2,28 persen dan barang konsumsi 2,28 persen.

Top losser emiten unggulan syariah kali ini dihuni UNVR yang turun Rp 1.125 per saham. Diikuti LPPF Rp 650, ITMG Rp 475, UNTR Rp 475, dan AALI Rp 425 per saham.

Sebaliknya, meski hanya naik tipis, empat emiten bluechips yang menjadi top gainer kali ini adalah SSMS dengan kenaikan Rp 35, PWON Rp 23, MPPA Rp 15, dan PGAS Rp 15 per saham.

Sementara itu, koreksi besar juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dipicu emiten sektor keuangan, IHSG terpangkas 87,310 poin (1,92%) ke level 4.468,654.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dollar sore ini bergerak menguat. Naik 122 poin (0,87%), rupiah bertengger di level 13.932 per dollar AS.

Beri Komentar