Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Demi meningkatkan pemahaman terhadap pasar modal dan aktivitas transaksi saham serta partisipasi investor retail domestik di pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar " Yuk Nabung Saham Expo" .
Acara ini diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 18 Desember 2015 mulai pukul 08.30 sampai dengan 18.00 WIB di Main Hall Gedung BEI.
Diikuti oleh 21 perusaahaan sekuritas, 7 manajer investasi, dan 3 bank rekening dana nasabah, Yuk Nabung Saham Expo diselenggarakan sebagai sarana peningkatan edukasi pasar modal secara langsung kepada masyarakat dan sarana peningkatan utilitas produk pasar modal.
" Melalui Expo ini masyarakat dapat membuka rekening efek, baik rekening saham maupun rekening reksa dana secara on the spot selama Expo berlangsung," tulis keterangan pers BEI, Rabu, 16 Desember 2015.
Target pengunjung Yuk Nabung Saham Expo kali ini menyasar pada karyawan di area sekitar SCBD Sudirman, masyarakat umum, mahasiswa, dan investor pasar modal. Selain Expo, selama 3 hari acara akan dimeriahkan dengan berbagai acara talkshow mengenai investasi di pasar modal, cerita sukses perusahaan tercatat, testimoni investor pasar modal, dan hiburan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Per November 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per tahun hanya sebesar 37% atau 149.817 SID (single investor identification) dari total jumlah investor pasar modal di Indonesia yang saat ini berjumlah 427.068 SID.
Data tersebut menunjukkan per tahun 2013 menunjukkan tingkat pemahaman (literasi) masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal masih rendah jika dibandingkan dengan 5 industri jasa keuangan lainnya di Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya