Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Populasi miliarder perempuan di dunia telah tumbuh 560 persen selama dua dekade terakhir, menurut sebuah laporan baru.
" Catatan baru menyebutkan 145 perempuan di seluruh dunia sekarang menjadi miliarder, dibandingkan dengan hanya 22 pada tahun 1995. Ini adalah sebuah rekor," menurut sebuah studi oleh UBS dan PricewaterhouseCoopers.
Seperti dikutip dari CNN, Kamis, 17 Desember 2015, disebutkan sebagian besar dari miliarder perempuan tersebut membangun kekayaan mereka di real estate, perusahaan industri dan kesehatan.
Delapan puluh persen dari miliarder perempuan di dunia berada di AS dan Eropa, tetapi kebanyakan dari mereka mewarisi kekayaan dari orang tuanya.
Penghasil miliarder kini semakin bergeser ke Asia, di mana lebih dari setengah dari miliarder adalah perempuan pengusaha generasi pertama.
Sementara itu, jumlah miliarder laki-laki yang mencapai 1.202 tumbuh pada tingkat yang lebih lambat. Namun kelompok miliarder global sebagian besar masih didominasi oleh laki-laki. Jumlah mereka menyumbang sekitar 90% dari miliarder dunia.
Ke depan, lebih banyak perempuan diharapkan bergabung dalam klub miliarder ini. Karena " anak perempuan (telah) dipersiapkan untuk mengambil peran aktif dalam memimpin keluarga dan bisnisnya," kata laporan itu.
Secara keseluruhan, orang terkaya di dunia semakin kaya jauh lebih cepat daripada ekonomi global. Dalam dua dekade terakhir, kekayaan miliarder telah meningkat delapan kali lipat mencapai US$ 5,4 triliun pada tahun 2014, sementara GDP global bertambah tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 77 triliun.
Laporan ini berdasarkan data PwC pada lebih dari 1.300 miliarder di seluruh dunia, ditambah dengan wawancara yang dilakukan dengan para pemimpin dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya