Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah Indonesia berbalik menguat. Menghijaunya bursa saham regional mendorong pemodal kembali melakukan aksi beli.
Penguatan indeks saham terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang kembali tertekan. Mata uang Indonesia ini kembali tertekan ke level 12.800 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 12 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,115 poin (0,07%) ke level 172,181.
Mengawali perdagangan dengan melemah ke level 172,051, ISSI menghabiskan sebagian besar waktunya di teritori negatif. Beruntung munculnya aksi beli jelang penutupan perdagangan mengembalikan ISSI ke zona hijau.
ISSI sempat menyentuh level terendah di 171,228 dan tertinggi 172,181.
Meski menguat, ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Sebanyak 92 emiten ISSI menutup perdagangan di zona merah. Sisanya, 78 emiten syariah melaju positif dan 60 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,57 triliun dengan 30,67 miliar yang beralihtangan.
Rebound juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menuat 1,840 poin (0,26%) ke level 713,977.
Lebih dari separuh penghuni JII, atau 16 emiten menutup perdagangan di zona hijau. Aksi jual masih menekan 11 emiten penghuni JII dan 3 lainnya stagnan.
Sebanyak 7,69 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,47 triliun.
Secara keseluruhan, BEI sore ini menutup perdagangan dengan menanjak pelan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 6,892 poin (0,13%) ke level 5.343,411.
Lantai bursa saham dipenuhi transaksi jual beli sebanyak 234.181 kali dengan melibatkan 47,53 miliar saham bernilai Rp 5,65 triliun.
Pemodal asing masih belum menghentikan aksi beli dengan mencetak nett buy Rp 942 miliar hingga sesi paska penerbangan.
Emiten di sektor infrastruktur memimpin kenaikan indeks sektoral dengan menguat 0,72 persen. Diikuti emiten sektor industri aneka dan pertanian yang masing-masing menguat 0,49 persen.
Dari pasar keuangan, laju rupiah pelan-pelan mulai kembali melemah. Dibuka di level 12.710, rupiah sempat menyentuh level terendah ke posisi 12.943 per dolar AS.
Rupiah sore ini menutup perdagangan di level 12.865 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya