Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Menguat di awal perdagangan, bursa saham syariah ternyata tak mampu melawan tekanan jual investor. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) pun menutup perdagangan di zona merah.
Berondongan aksi jual saham bluechips syariah serta aksi jual asing memaksa kedua indeks syariah ini bergerak layu. Sentimen negatif dari regional juga menambah beban bagi ISSI dan JII.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 14 April 2016, indeks ISSI meranggas 1,415 poin (0,89%) ke level 156,742.
Indeks saham bluechips syariah, JII juga ikut terseret turun 6,980 poin (1,05%) ke level 654,908.
Tanda-tanda kurangnya tenaga laju indeks syariah memang terlihat di awal perdagangan. Meski dibuka naik. laju indes syariah mulai limbung beberapa menit kemudian. ISSI dan JII hilir mudik keluar masuk zona hijau.
Mulai keluarnya laporan keuangan sejumlah emiten dengan kinerja kurang memuaskan semakin mencemaskan pelaku pasar.
Alhasil, papan perdagangan indeks ISSI didominasi koreksi harga saham yang melanda 109 emiten. Hanya 67 saham syariah yang bergerak menguat dan 59 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4,08 triliun dengan 44,72 miliar saham berpindahtangan.
Kondisi laju indeks sektoral juga berbalik 180 derajat dari keadaan di pagi hari. Hanya emiten perkebunan yang bergerak naik tipis 0,31 persen.
Sisanya indeks sektoral berguguran dipimpin emiten pertambangan yang jatuh 2,56 persen, industri aneka 2,28 persen, dan industri dasar 1,74 persen.
Saham-saham top losser indeks JII juga dipenuhi emiten-emiten yang selama ini menjadi motor penggerak indeks. Emiten INTP memimpin pelemahan usai turun Rp 900. Disusul ICBP dan UNVR Rp 350, LPPF Rp 250, dan ASII Rp 200.
Koreksi saham tersebut menutup kenaikan harga emiten bluechips penghuni top gainer seperti AALI yang naik Rp 375, AKRA Rp 275, UNTR Rp 150, MIKA Rp 150, dan BSDE Rp 35 per saham.
Kurs rupiah juga tak bisa keluar dari tekanan penguatan dolar AS. Sore ini rupiah turun 26 poin (0,20%) menjadi 13.183 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini sempat menyentuh posisi terendah di 13.305 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan