Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Uang tak bisa membelikanmu kebahagiaan, tapi bisa memperpanjang hidupmu. Pernyataan ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.
Dilansir dari Metro, Kamis 14 April 2016, kajian dari Stanford University menunjukkan kalangan orang kaya yang masuk golongan 1 persen bisa menikmati hidup lebih lama 15 tahun.
Yang cukup mengejutkan, profesor ekonomi, Raj Chetty, menyebutkan lamanya harapan hidup tidak selalu berkaitan dengan akses kesehatan yang lebih baik.
" Perawatan kesehatan itu penting, tapi tidak sepenting kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan," kata Chetty.
Inilah temuan kedua yang disimpulkan Chetty. Dari hasil kajian diperoleh kesimpulan jika kondisi lingkungan tempat tinggal ikut mempengaruhi angka harapan hidup. Merujuk contoh penduduk Paman Sam, masyarakat berpenghasilan rendah yang hidup di New York dan San Fransico hidup lebih lama hidup daripada yang tinggal di Detroit atau Tulsa.
Kok bisa?
Meski tak ada jawaban pasti, sebuah teori sering dipakai dengan penjelasan bahwa kota-kota besar umumnya mempunyai kebijakan yang berpengaruh seperti bola salju pada masyarakat lapisan bawah. Kebijakan ini umumnya menyangkut perbaikan kesehatan publik.
Sebagai contoh, kota besar umumnya memiliki kebijakan larangan merokok di tempat publik, atau persyaratan ketat kandungan makanan sehat.
" Ketidakseimbangan dalam angka harapan hidup di sejumlah kota lebih mudah dijelaskan lewat perilaku penduduk dibandingkan akses pada fasiliitas kesehatan," kata Chetty.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya