Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Indeks saham syariah kembali melanjutkan penguatannya didorong laju saham sektor properti yang menanjak. Pelaku pasar tampaknya masih menjadikan saham properti sebagai incaran mereka.
Bursa saham Indonesia juga semakin menggeliat setelah investor asing berbalik melakukan aksi beli. Bahkan nett buy asing sore ini meroket sampai Rp 537 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 21 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,490 poin (0,30%) ke level 161,291.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 1,730 poin (0,26%) ke level 668,642.
Berbeda dengan perdagangan kemarin, sentimen positif yang diperoleh pasar membuat indeks syariah bergerak seharian di zona positif. ISSI tercatat sempat menembus level tertinggi di 161,903 dan terendah di 160,996.
Transaksi perdagangan saham syariah juga semakin marak dengan nilai Rp 4,32 triliun dan 54,75 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli investor membuat 104 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Sisanya, 80 emiten ISSI ditutup melemah dan 41 lainnya bertahan stagnan.
Selain sektor properti yang meroket, indeks sektoral yang menguat hari ini adalah barang konsumsi 0,21 persen, industri dasar 0,20 persen, dan manufaktur 0,19 persen.
Sementara indeks sektor pertanian dan perdagangan masih mengalami koreksi dengan melemah 0,14 persen dan 0,13 persen.
Saham-saham unggulan syariah yang mencetak top gainer kali ini adalah LPPF yang naik Rp 400, PTBA dan UNVR masing-masing Rp 200, BSDE Rp 120, dan ASRI Rp 68 per saham.
Sedangkan di jajaran top losser, SILO mencetak koreksi dalam hingga Rp 1000 per saham. Saham-saham yang mengalami koreksi dalam lainnya adalah UNTR yang turun Rp 425, ICBP Rp 125, AALI Rp 75, dan JSMR Rp 75 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini justru mengalami tekanan. Turun tipis 4 poin (0,03%), rupiah sore ini bertengger di level 13.256 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan