Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Makanan Olahan Halal.
Dream - Pemerintah terus mendorong produk halal Indonesia supaya bisa bersaing di perdagangan dunia. Tak hanya itu, pemerintah juga menilai produk halal dalam negeri bisa unjuk gigi di pasar potensial, terutama Asia Pasifik.
Hal ini mengingat lebih dari setengah populasi muslim dunia berpusat di Asia.
" Pemerintah terus berkomitmen memperluas pasar produk halal yang kompetitif di dunia," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Tjahya Widayanti, di Jakarta, dikutip dalam keterangan yang diterima Dream, Selasa 21 Juni 2016.
Tjahya mengatakan salah satu cara supaya produk halal Indonesia bisa bersaing adalah dengan mengikuti pameran bertaraf internasional. Dalam watu dekat, produk halal Indonesia akan tampil pertama kalinya di Pameran Taiwan International Halal Expo pada 22-25 Juni 2016. Pemerintah melihat Taiwan bisa menjadi hub penting untuk Asia Pasifik dalam mempromosikan produk halal.
" Kami berharap pameran ini dapat meningkatkan citra produk halal Indonesia di kancah internasional, khususnya di Taiwan," kata dia.
Tjahya mengaakan pameran produk halal di Taiwan ini bisa meningkatkan ekspor produk halal, sehingga produk halal Indonesia bisa memenuhi tingginya permintaan pasar dunia, khususnya Taiwan.
Sekadar informasi, Taiwan International Halal Expo ini merupakan salah satu pameran bertaraf internasional dengan variasi produk yang bersertifikat halal, mulai dari produk makanan hingga kosmetik. Dari Indonesia, ada 12 peserta yang tampil dan menampilkan produk makanan olahan dan kosmetik halal.
Dari 12 peserta itu, sebanyak 10 perusahaan menampilkan produk makanan olahan, yaitu PT Bahtera Wiraniaga Internusa/Pronas, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Domba Bali Persada, PT Pacific Eastern Coconut Utama, PT Goldi Asiana Pangan, CV Tri Bahagia Pratama, PT Sekawan Karsa Mulia, CV Saung Karuhun Berkah, PT Mikro Integrasi Total Solusi, dan CV Karya Omega Abadi, serta 2 perusahaan yang menampilkan produk kosmetik, yaitu CV Sekawan dan PT Nucifera Alam Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Stastistik (BPS), neraca perdagangan non migas Indonesia-Taiwan pada tahun 2015 mengalami surplus US$514,5 juta atau Rp6,82 triliun. Pada tahun 2015, Indonesia menjadi negara urutan ke-15 yang menjadi pemasok makanan olahan ke sana, setelah Italia, Singapura, Jerman, Australia, dan Vietnam. Sementara untuk produk kosmetik, Indonesia menduduki peringkat ke-20 setelah Jepang, Perancis, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya