Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Masih adanya dampak sentimen positif penurunan LTV Bank Indonesia membuat indeks syariah melanjutkan penguatannya. Rebound pada harga minyak dunia juga mendorong saham-saham sektor pertambangan bergerak menguat.
Namun penguatan ini dibayangi dengan aksi jual investor asing. Di awal pekan ini, asing justru berbalik melakukan aksi jual saham dengan nett sell Rp 268 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,850 poin (0,53%) ke level 160,801.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 4,359 poin (0,66%) ke level 666,912.
Meski ditutup menguat, laju dua indeks saham syariah ini tak sepenuhnay mulus. ISSI sempat tertekan dan melemah ke level terendah di 159,562. Posisi tertinggi ISSI sendiri baru dicetak di sesi penutupan.
Aksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 3,12 triliun dengan 27,32 miliar saham yang berpindahtangan. Aksi beli mendorong 116 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 60 lainnya tertekan aksi jual dan 49 emiten bertahan stagnan.
Emiten sektor pertambangan memimpin penguatan dengan melesat 2,52 persen. Dikuti emiten industri aneka yang naik 1,81 persen, dan properti 1,00 persen.
Satu-satunya indeks sektoral yang ditutup melemah adan infrastruktur yang turun 0,35 persen.
Saham-saham bluechips syariah pencetak top gainer di awal pekan ini adalah PTBA yang naik Rp 475, LPPF Rp 275, SILO Rp 200, AKRA dan ICBP masing-masing Rp 175 per saham.
Sementara tiga emiten keping biru syariah yang dilanda tekanan jual adalah UNTR yang turun Rp 200, SCMA Rp 40, dan TLKM Rp 40 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sepanjang hari ini bergerak menguat. Rupiah menutup perdagangan sore hari dengan menguat 78 poin (0,58%) menjadi 13.261 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan