Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Starbuck, Howard Schultz, Mengaku Sempat Down Saat Menjalankan Usaha Kedai Kopi Di Starbucks. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Tak hanya kegagalan, rasa putus asa pun kerap dialami oleh orang sukses. Bahkan, perasaan itu datang sebelum mereka meraih kesuksesan berbisnisnya.
Perasaan ini pun pernah dialami oleh seorang CEO Starbucks, Howard Schultz.
Dilansir dari Hufftington Post, Senin 20 Juni 2016, Schultz mengatakan dia merintis usaha Starbuck. Saat bisnis kopinya belum semaju sekarang dan bekerja tanpa digaji di kedainya, Schultz mengaku dibayangi rasa putus asa, terlebih setelah ayah mertua memintanya untuk berhenti.
" Ini waktunya kamu menghentikan hobi ini dan mencari pekerjaan lain," kata dia sambil menirukan ucapan mertuanya.
Perkataan ini, kenang Schultz, membuatnya menangis karena malu.
Schultz pun membahas pembicaraan mertuanya itu kepada istri Schultz, Sheri Schultz. Namun, apa reaksinya?
" Dia bilang, 'Kita mengikuti mimpi yang kamu miliki. Kita akan menumbuhkannya'," kata Schultz.
Dia mengatakan usaha kedai kopinya tak akan maju seperti sekarang jika Sheri tidak mendukung mimpinya. Momen ini digunakan oleh Schultz untuk menyarankan orang tua untuk mendukung anak mereka untuk menggapai mimpi mereka.
" Kami akan menolong jika diperlukan. Tapi, kamu seharusnya mengikuti mimpimu, gairah hidupmu, dan membuat (mimpimu) terwujud," kata Schultz.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya