Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Yang Bisa Dinegosiasikan Dengan Perusahaan Selain Gaji Ketika Interview Pekerjaan.
Dream – Ketika mendengar kata “ negosiasi” yang terlintas pertama kali adalah gaji. Ya, penghasilan kerap menjadi pembahasan utama antara si pelamar dengan perusahaan saat wawancara kerja.
Misalnya, gaji yang ditawarkan perusahaan tidak sesuai dengan apa yang disodorkan. Atau, beban kerja yang diberikan perusahaan tidak sebanding dengan jumlah gaji yang ditawarkan.
Negosiasi gaji ini memang bertujuan untuk mencari angka yang pas untuk membayar kandidat—kalau diterima— dengan perusahaan yang akan mempekerjakan dia.
Tapi, negosiasi selama interview tidak melulu soal gaji, lho. Dikutip dari salary.com, Selasa 16 Januari 2018, ada empat hal yang bisa “ dinego” dengan perusahaan.
Pertama, reimbursement ongkos transportasi. Ya, ongkos yang dikeluarkan untuk pergi kerja tidak sedikit, terutama bagi mereka yang nglaju. Coba hitung kisaran biaya transportasi yang dikeluarkan setiap bulan jika diterima menjadi karyawan dan mintalah perusahaan untuk mengganti biaya transportasi yang dikeluarkan. Biasanya mereka akan setuju memasukkan biaya transportasi ke komponen penghasilan.
Kedua, biaya pendidikan dan pelatihan. Semua orang ingin tumbuh dan tertantang dengan posisinya. Salah satu cara yang tepat untuk mencapai semuanya adalah melanjutkan pendidikan untuk perusahaan. Misalnya, perusahaan membiayai seminar atau konferensi yang akan diikuti untuk kepentingan pekerjaan. Perusahaan yang melihat peluang investasi SDM untuk perusahaan, tidak akan segan untuk membiayai diklat.
Ketiga, jam kerja yang fleksibel. Salah satu hal di luar gaji yang menyenangkan untuk didiskusikan adalah jam kerja yang fleksibel. Jika tidak bisa bekerja penuh waktu dari rumah, Anda bisa bekerja secara paruh waktu selama 2-3 hari dari rumah. Ini akan menghemat waktu Anda untuk bepergian setiap hari. Tapi, jam kerja fleksibel ini bisa membuat pendapatan menjadi lebih rendah.
Yang keempat, tambahan hari libur. Kebanyakan perusahaan menawarkan cuti berbayar selama 7-10 hari setiap tahun. Jika memungkinkan, mintalah mereka untuk menaikkannya menjadi dua kali lipat. Mendapatkan tambahan beberapa hari libur untuk bersantai di pantai, lebih berarti daripada gaji yang lebih tinggi. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya