Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pernah Merasa Takut Dan Stres Terhadap Uang, Sahabat Dream? (Foto: Shitterstock)
Dream – Pernahkah merasa takut gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap bulan?
Pernahkah merasa tertekan karena merasa tabungan pensiun tidak mencukupi jika waktu pensiun tiba?
Jika pernah, tidak apa-apa. Ketakutan-ketakutan finansial ini kerap dirasakan oleh karyawan.
Dilansir dari The Muse, Selasa 16 Januari 2018, ketakutan ini tak hanya berdampak kepada kebahagiaan, tetapi juga kesehatan. Stres akut bisa mendorong sakit kepala dan penyakit jantung. Ada empat rasa takut tentang keuangan, berikut penangkalnya.
Pertama, ketakutan hanya hidup dari bulan ke bulan dengan gaji. Menurut kajian PricewaterhouseCooper (PwC), ada 41 persen generasi milenial dan 50 persen generasi X Amerika yang susah membayar tagihan tepat waktu.
Ada juga 20 persen orang Amerika yang tidak punya dana darurat. Mereka menggunakan gaji untuk menutup kebutuhan.
Usir rasa takut itu dengan membuat anggaran belanja yang realistis. Perencana keuangan bersertifikat dari RDM Financial Group, Ron Weiner mengatakan anggaran belanja merupakan jurus jitu untuk menangkal ketakutan ini.
Lalu, ketakutan ini juga bisa dilawan dengan memiliki banyak tempat untuk menabung, tidak peduli seberapa besar jumlah uang yang ditabung. Hal ini dikatakan oleh perencana keuangan dari Money Managers Financial Group, John Gajkowski.
Selanjutnya...
© Dream
Yang kedua, takut terlilit utang. Sebuah kajian dari Northwestern Mutual menyebut ada 36 persen orang dewasa yang berutang, bisa melunasi utangnya selama 6 tahun-20 tahun ke depan dan 14 persen lainnya tidak pernah terpikir bisa bebas utang.
Terus, harus bagaimana?
“ Duduk dan kelompokkan utang yang dimiliki dan seberapa besar yang harus dibayar. Dengan daftar utang dan besar cicilan yang dimiliki, Anda bisa menemukan strategi pembayaran utang yang tepat,” kata Gajkowski.
Dia menyarankan untuk membayar utang yang besar terlebih dahulu, karena bisa menghemat uang lebih banyak daripada utang dengan nominal yang kecil.
© Dream
Ketiga, takut uang pensiun tidak mencukupi. Survei dari CareerBuilder menemukan 20 persen pekerja berusia 60 tahun ragu untuk pensiun. Gajkowski menyarankan untuk duduk dan membuat perencanaan investasi untuk tabungan pensiun.
Awalnya, tidak masalah menyisihkan 5 persen dari gaji untuk tabungan pensiun. Dia juga menyarankan, jumlahnya juga ditambah bertahap sampai persentase pendapatan untuk tabungan pensiun bisa mencapai 10-15 persen.
© Dream
Terakhir, takut pasar naik turun. Ketika pasar sedang turun, tak jarang orang cenderung panik dan ingin menjual segala yang dimiliki.
Ada penjelasan ilmiahnya. Kajian dari University of Florida menemukan bahwa kortisol —hormone penyebab stress-memicu seseorang untuk takut terhadap risiko.
Inilah alasan investor lebih suka menjual saham dan reksa dana ketika pasar sedang turun dan memilih menekan kerugian. Padahal, investor bisa menahan investasinya sampai market rebounds.
Solusinya? Pilihlah investasi yang cerdas yang memberikan risiko investasi yang lebih kecil. Misalnya, menanamkan modal di exchange traded fund (ETF) yang biayanya lebih rendah. Jika pasar sedang lesu, portofolio akan seimbang karena terlindungi. Jangan lupa, Anda berinvestasi di pasar saham untuk membangun kekayaan dalam waktu lama. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya