Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jalan Tol.
Dream - PT Jasa Marga Tbk memastikan telah siap menghadapi mudik Lebaran tahun ini. Operator jalan tol pelat merah ini telah memiliki cara untuk mengurangi kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalan bebas hambatan itu.
Jasa Marga mengaku akan mengintegrasikan seluruh pembayaran tarif tol. Maksudnya, dalam ruas tol tertentu, pembayaran cukup dilakukan di satu loket.
Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman, menjelaskan, perusahaan akan membagi jalan tol di Jawa menjadi dua kelompok (cluster). Cluster yang pertama adalah ruas tol Jakarta-Palimanan. Dulu, pengguna jalan tol harus membayar berkali-kali saat melewati jalan tol ini.
" Sekarang orang ambil tiket di pintu Tol Cikarang Utama dan membayarnya di Tol Palimanan," kata Adityawarman di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa malam, 2 Mei 2016.
Kelompok yang kedua adalah ruas tol Palimanan-Brebes Timur. Caranya juga sama, pemudik mengambil tiket di pintu Tol Palimanan, lalu membayarnya di Tol Brebes Timur.
" Insya Allah menjadi satu sistem. Ini kemajuan yang luar biasa dan tidak lagi menjadi penghambat," kata dia.
Adityawarman juga mengatakan arus kendaraan tertinggi berada di ruas tol Cikampek-Palimanan. " Kalau di Brebes, trafiknya paling kecil," kata dia.
Selain itu, Adityawarman mengatakan kebijakan ini akan diterapkan pada 16 Juni 2016 atau H-20 Idul Fitri tahun ini. Namun, pihaknya belum tahu sampai kebijakan ini akan diterapkan.
" Kalau bagus sistemnya, ya, kami lanjutkan sehingga tidak terpisah-pisah. (Dulu), setiap km bayar, setiap km bayar, dan berhenti. Sekarang tidak lagi. Ini lebih efisien dan cepat," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya