Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah Indonesia berhasil keluar dari tekanan jelang penutupan perdagangan. Lesunya emiten komoditas dan properti sempat memaksa indeks saham terperosok masuk zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,191 poin (0,12%) ke level 157,371.
ISSI yang bergerak mantap di awal sesi justru sempat menghadapi tekanan jual investor. Alhasil, ISSI yang dibuka menguat sempat terjatuh ke wilayah negatif.
Dibuka di level 157,813, ISSI sempat terpeleset ke zona merah di level terendah 157,028. Namun sebelumnya, ISSI justru sempat menyentuh level tertinggi di 158,324.
Meski ditutup menguat, ISSI justru didominasi pelemahan harga saham. Tercatat 87 emiten syariah bergerak melemah dan 57 emiten lainnya bertahan stagnan.
Beruntung, ISSI memilih untuk mengekor laju kenaikan harga saham ari 82 emiten syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 2,36 triliun dengan 27,75 miliar saham berpindahtangan.
Tekanan jual juga sempat dialami saham-saham bluechips syariah. Sebagian saham Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat bahkan harus mengakhiri perdagangan di zona merah.
Naik tipis 1,088 poin (0,17%), indeks JII menutup perdagangan di level 655,903. JII sempat mencetak level tertingginya di 660,398 dan terendah di 653,570.
Aliran dana pelaku pasar senilai Rp 1,49 triliun berhasil mengangkat 11 emiten JII ke zona hijau. Sisanya, 16 emiten bluechips syariah melaju lemah dan 3 lainnya stagnan.
Top gainer bluechips syariah kali ini dihuni oleh emiten INTP yang menguat Rp 475 per saham. Disusul, LPPF yang naik Rp 300, SMGR Rp 250, AKRA Rp 200, dan PGAS Rp 155 per saham.
Sebaliknya, anak usaha Astra di sektor perkebunan, AALI mengalami tekanan hebat dan melemah Rp 525 per saham. Top losser lainnya diisi UNVR yang turun Rp 125, INDF Rp 125, ITMG Rp 100, dan SMRA Ep 75 per saham.
Aksi jual investor juga berhasil mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari zona merah. Naik 7,890 poin (0,16%), IHSG ditutup di level 4.901,807.
Lantai bursa kali ini mentransaksikan dana investor hingga Rp 3,9 triliun. Pemodal asing kembali menyerbu pasar modal Indonesia dengan nett buy Rp 17,6 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya