Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sempat Menanjak, Indeks Syariah Gagal Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 8 Februari 2017 16:38
Sempat Menanjak, Indeks Syariah Gagal Ditutup Menguat
Minimnya sentimen positif membuat investor memilih menahan aksi beli saham.

Dream - Indeks saham syariah gagal mempertahankan laju penguatannya di awal perdagangan. Ditutup melemah, investor memilih menahan posisi aksi beli dipicu minimnya sentimen lokal.

Kembalinya aksi beli pemodal asing juga tak mampu menahan gempuran pemodal lokal yang memilih melepas portofolionya.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali merosot 0,417 poin (0,24%) ke level 174, 211.

Laju pelemahan juga berhembus ke indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,468 poin (0,21%) ke level 698,837.

Indeks ISSI sebetulnya sempat memberi harapan ketika dibuka menguat. Dipicu sentimen menguatnya bursa Dow Jones, investor berusaha mengoleksi saham-saham yang kemarin bergerak melemah.

Namun di sesi perdagangan kedua, investor malah berbalik melakukan aksi jual. ISSI yang menyentuh level tertinggi 174,863, akibatnya terseret turun. ISSI bahkan sempat jatuh ke posisi terendah 173,688.

Hingga sesi paska penutupan perdagangan, transaksi jual beli saham syariah kali ini memang mengalami kenaikan. Dengan 182 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi melonjak menjadi Rp5 triliun.

Aksi beli investor hanya bisa mengangkat 77 emiten syariah ke zona positif. Sisanya, sebanyak 120 penghuni ISSI ikut terseret melemah dan 70 lainnya bertahan stagnan.

Tak jelasnya sentimen yang diperoleh investor membuat sebagian besar indeks sektoral melemah. Hanya industri dasar dan properti yang berhasil menguat 0,65 persen dan 0,12 persen.

Sementara indeks sektor industri aneka dan perdagangan melaju lemah 0,80 persen. Begitu pula sektor keuangan yang turun 0,58 persen dan pertambangan 0,53 persen.

Saham-saham bluechips syariah penghuni top gainer indeks JII kali ini adalah SILO yang naik Rp 475, INTP Rp 450, PTBA Rp 400, SMGR Rp 100, dan LPPF Rp 75 per saham.

Di jajaran top losser, saham-saham bluechips syariah dari kelompok Astra masuk lima besar. UNTR memimpin pelemahan dengan koreksi harga Rp 10,, ADHI Rp 75, ASII Rp 75, INCO Rp 70, dan PGAS Rp 70 per saham.

Dari pasar keuangan, mata uang negeri Paman Sam kembali takluk terhadap rupiah. Kurs Dollar AS turun tipis 6 poin (0,05%) menjadi Rp 13.323 per dolar AS. (Sah)

Beri Komentar