Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham syariah gagal mempertahankan laju penguatannya di awal perdagangan. Ditutup melemah, investor memilih menahan posisi aksi beli dipicu minimnya sentimen lokal.
Kembalinya aksi beli pemodal asing juga tak mampu menahan gempuran pemodal lokal yang memilih melepas portofolionya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali merosot 0,417 poin (0,24%) ke level 174, 211.
Laju pelemahan juga berhembus ke indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,468 poin (0,21%) ke level 698,837.
Indeks ISSI sebetulnya sempat memberi harapan ketika dibuka menguat. Dipicu sentimen menguatnya bursa Dow Jones, investor berusaha mengoleksi saham-saham yang kemarin bergerak melemah.
Namun di sesi perdagangan kedua, investor malah berbalik melakukan aksi jual. ISSI yang menyentuh level tertinggi 174,863, akibatnya terseret turun. ISSI bahkan sempat jatuh ke posisi terendah 173,688.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, transaksi jual beli saham syariah kali ini memang mengalami kenaikan. Dengan 182 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi melonjak menjadi Rp5 triliun.
Aksi beli investor hanya bisa mengangkat 77 emiten syariah ke zona positif. Sisanya, sebanyak 120 penghuni ISSI ikut terseret melemah dan 70 lainnya bertahan stagnan.
Tak jelasnya sentimen yang diperoleh investor membuat sebagian besar indeks sektoral melemah. Hanya industri dasar dan properti yang berhasil menguat 0,65 persen dan 0,12 persen.
Sementara indeks sektor industri aneka dan perdagangan melaju lemah 0,80 persen. Begitu pula sektor keuangan yang turun 0,58 persen dan pertambangan 0,53 persen.
Saham-saham bluechips syariah penghuni top gainer indeks JII kali ini adalah SILO yang naik Rp 475, INTP Rp 450, PTBA Rp 400, SMGR Rp 100, dan LPPF Rp 75 per saham.
Di jajaran top losser, saham-saham bluechips syariah dari kelompok Astra masuk lima besar. UNTR memimpin pelemahan dengan koreksi harga Rp 10,, ADHI Rp 75, ASII Rp 75, INCO Rp 70, dan PGAS Rp 70 per saham.
Dari pasar keuangan, mata uang negeri Paman Sam kembali takluk terhadap rupiah. Kurs Dollar AS turun tipis 6 poin (0,05%) menjadi Rp 13.323 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya