Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah Menguat Seharian.
Dream - Menjelang libur Idul Adha, bursa saham syariah Indonesia masih melanjutkan aksi penguatannya meski tak lagi sekencang kemarin. Tambahan energi baru berasal dari aksi jual pemodal asing yang berkurang tajam.
Meredanya perang dagang yang sempat membuat gelisah pelaku pasar dunia turut berperan besar.
Sentimen positif juga hadir dari pasar keuangan. Meski sempat menguat, kurs dollar AS pada sesi sore hari kembali bergerak melemah.
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 21 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,400 poin (0,80%) ke level 176,783. ISSI bergerak perkasa seharian usai dibuka menguat di level 175,568 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 177,228.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terangkat 4,629 poin (0,72%) ke level 648,473.
Indeks JII70 juga menanjak 2,083 poin (0,97%) ke level 217,781.
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri, khususnya kebijakan kenaikan BI Rate membuat investor kembali percaya diri melantai di bursa saham syariah. Hingga sesi paska penutupan perdagangan tercatat harga 147 saham syariah terangkat.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencapai Rp4,21 triliun dengan 44,23 miliar lembar saham. Dibandingkan kemarin, volume dan nilai transaksi perdagangan mengalami penurunan.
Sebaliknya, kabar positif datang dari pemodal asing. Di hari kedua pekan ini, asing semakin mengerem aksi jual sahamnya. Nett sell asing pada saham syariah turun tajam menjadi Rp167 miliar.
Sektor industri dasar, barang konsumsi, dan manufaktur menjadi tiang utama perdagangan. Saham-saham ketiga sektor ini masing-masing melesat 2,54 persen, 2,40 persen, dan 2,17 persen.
Indeks pertambangan meelemah 0,77 persen dan infrastruktur 0,17 persen. Pelemahan ini masih bisa ditutup kinerja indeks sektoral lainnya.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah INDF yang harga sahamnya naik Rp275, UNVR Rp250, ICBP Rp200, SMGR Rp175, dan KLBG Rp105.
Sebaliknya, harga saham ITMG terkoreksi Rp825, UNTR Rp300, PTBA Rp140, INCO Rp90, dan INDY Rp70.
Dari pasar uang, nilai tukar uang rupiah " bernapas lega" . Dolar AS lengser dari posisi Rp14.600 per dolar AS.

Kurs rupiah menguat 9 poin (0,06%) ke level Rp14.579 per dolar AS. Rupiah sempat melemah ke level Rp14.595 per dolar AS, tapi bisa kembali bangkit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya