Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banyak Aturan Keuangan Yang Mencegah Kita Untuk Bangkrut.
Dream – Ketika berbicara tentang uang, aturan finansial tidak ada kekurangan satu pun. Mulai dari penghematan, tidak berutang, bahkan sampai mendiversifikasi investasi.
Tentu saja tujuan aturan ini untuk mengarahkan seseorang menuju kondisi keuanganyang mana.
Tapi, ada kalanya nasihat keuangan yang bagus ini tidak begitu hebat ketika dipraktikkan. Mungkin saja aturan itu berdampak bagus bagi orang lain, tapi belum tentu bagus kepada Anda. Atau, ada saja atutan yang masuk akal, namun tidak berlaku pada kondisi tertentu.
Sayangnya, jika terlalu mengikuti kebijakan keuangan konvensional, aturan tersebut akan berakhir pada kesalahan finansial yang dilakukan.
Sebenarnya, tidak apa-apa jika melanggar tiga aturan ini, dilansir dari CheatSheet, Selasa 13 Juni 2017. Apa saja tiga aturan yang boleh sekali-kali dilanggar itu.
Pertama, berhenti membelanjakan uang untuk keperluan yang tidak perlu. Saran ini berlaku untuk orang yang tidak bisa mengendalikan pemakaian kartu kredit dan tidak bisa menabung. Tapi, sebenarnya tidak apa-apa jika sekali-kali melanggar aturan ini, misalnya membeli secangkir kopi di kedai kopi. Pelanggaran aturan ini bisa meningkatkan kebahagiaan Anda.
“ Jika melanggar terlalu sering, Anda akan kehilangan fokus untuk menabung dana darurat atau tujuan hidup lainnya. Akan tetapi, jika terlalu loyal, Anda akan merasa sangat bosan dan takut membeli apa pun,” kata psikolog spesialis keuangan, Maggie Baker, kepada LearnVest.
Kedua, lebih membeli daripada menyewa. Aturan ini tidak berlaku di tengah-tengah harga hunian yang tinggi. Menurut Beracha, Hardin & Johnson Buy vs Rent Index, harga real estate di beberapa kota Amerika Serikat, seperti Dallas, Denver, dan Miami, tingginya harga rumah membuat orang lebih baik menyewa rumah daripada membelinya. Terutama bagi orang yang belum siap untuk menetap, tak ada rasa malu karena tidak punya rumah sendiri. Sewa rumah bisa menjadi alternatif memiliki hunian.
Ketiga, bayar utang sebelum menabung. Umumnya, aturan keuangan menyebutkan bahwa lebih baik membayar utang sebelum memutuskan untuk menabung. Tapi, membayar tagihan kartu kredit tidak akan bisa membuat seseorang untuk menabung.
Tidak apa-apa jika Anda memprioritaskan menabung terlebih dahulu daripada membayar tagihan, misalnya ingin membuat dana darurat. Menabung juga bisa menjamin hari tua. Jika ingin berutang, carilah utang dengan pembayaran marjin yang rendah.
“ Anda harus menentukan prioritas dan memahami cara yang bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi,” kata pimpinan Barber Financial Group, Dean Barber, kepada Bankrate.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya