Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proyek MRT Jakarta
Dream – Impian Indonesia untuk memperbaiki daya saing diantara negara pesaingnya sementara membuahkan hasil. Indeks Daya Saing Dunia (Global Competitiveness Index) 2017 yang dilansir World Economic Forum (WEF) mencatat Indonesia berhasil memperbaiki posisinya di dunia.
Peringkat indonesia dalam indeks tersebut naik lima tingkat pada posisi ke-36. Pada indeks sebelumnya, Indonesia menempati peringkat ke-41.
“ Posisi tersebut didorong terutama oleh ukuran pasar yang besar di peringkat 9 dan lingkungan makro ekonomi yang relatif kuat di peringkat 26,” demikian pernyataan WEF, dikutip dari setkab.go.id, Jumat, 29 September 2017.
Indonesia disebut sebagai salah satu inovator teratas di antara negara-negara berkembang. WEF menyatakan Indonesia telah memperbaiki kinerjanya di semua pilar, seperti yang dilakukan Korea Selatan.
Pilar-pilar tersebut meliputi institusi, infrastruktur, lingkungan makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan lebih tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, perkembangan pasar uang, kesiapan teknologi, ukuran pasar, kecanggihan bisnis serta inovasi.
Selain itu, WEF juga menyatakan Indonesia menempati peringkat ke-31 dalam inovasi dan ke-32 untuk kecanggihan bisnis.
Salah satu kemajuan yang signifikan adalah pilar efisiensi pasar tenaga kerja yang menempati peringkat ke-96. Hal ini disumbang oleh biaya redundansi yang berlebihan, terbatasnya fleksibilitas penguasaan upah, dan representasi perempuan yang terbatas dalam angkatan kerja.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya