Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Indonesia menyebut bank penerbit uang elektronik (e-money) tidak mencatatkan untung dari jasa tersebut. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan e-money yang masih jarang.
" Dari yang daftar ke Bank Indonesia rata-rata belum ada yang untung," kata Kepala Pusat Bagian Transformasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, di Gedung Bank Indonesia, Selasa, 19 September 2017.
Data BI per Juli 2017 terdapat 69.457.592 keping e-money yang beredar.
Menurut Onny, selain karena belum digunakan secara massif, faktor lain adalah biaya pengembangan teknologi e-money yang tergolong besar.
Onny memberikan gambaran, satu kartu e-money yang diimpor seharga US$2, setara Rp26 ribu. Sementara harga mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk top up berharga sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta.
" Dana yang dikumpulkan belum dapat mendukung inovasi dan layanan," ucap dia.
Onny juga membantah alasan uang mengambang (floating) yang dapat memberikan keuntungan bank. Sebab, floating dalam e-money bergerak cepat dan mustahil dapat digunakan untuk investasi.
" Floating kan cepat sekali. Kalau kita pakai Rp100 ribu, sembilan hari sudah habis itu, terutama yang KRL," ucap dia.
Untuk itu, biaya yang nantinya akan dikenakan setiap transaksi top up dengan nilai nominal tertentu dapat dimanfaatkan sebagai penunjang fasilitas e-money oleh bank penyedia layanan. Dia percaya kemudahan layanan dapat menjadi salah satu cara meningkatkan volume pengguna e-money.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya