Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perlambatan ekonomi memberikan dampak besar bagi penerimaan negara, terutama dari sektor pajak. Data Kementerian Keuangan, menunjukan realisasi pendapatan negara tahun 2015 ini hanya Rp 1.491,5 triliun atau hanya 84,7% dari target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.761,6 triliun.
Dari pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.235,8 triliun atau hanya 83% dari target dalam APBN-P 2015 sebesar Rp 1.489,3 triliun.
" Melambatnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 telah berdampak terhadap penerimaan perpajakan, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan," tulis keterangan tersebut.
Namun, di tengah melambatnya perekonomian, secar nominal perdapatan dari Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas mencatatkan peningkatan mencapai Rp 547,5 triliun atau tumbuh sekitar 19% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014.
Secara keseluruhan, realisasi pajak non migas mencapai Rp 1.005,7 triliun atau tumbuh sekitar 12%. Dengan demikian, realisasi pajak total gross mencapai Rp 1.150 triliundan realisasi pajak total netto sebesar Rp 1.055 triliun.
Di sisi lain, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2015 sebesar Rp 252,4 triliun atau 93,8% dari target yang nilainya Rp 269,1 triliun.
" Lebih rendahnya realisasi PNBP tersebut, terutama disebabkan turunnya pendapatan SDA migas dan pertambangan minerba karena turunnya harga komoditas batu bara di pasar tradisional," jelas keterangan itu.
Sementara itu, realisasi belanja negara tahun 2015 mencapai Rp 1.810 triliun atau 91,2% dari pagu APBN-P 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya