Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mengawali pembukaan perdagangan saham, pergerakan rupiah menunjukkan pelemahan terhadap Dollar Amerika Serikat. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Senin, 4 Januari 2015, rupiah dibuka di level Rp 13.785 per dollar AS.
Sepanjang perdagangan, rupiah sempat mencapai titik terendahnya di Rp 13.957 dan tertingginya di Rp 13.790 per dolar AS. Namun, pada penutupan rupiah terus bertengger di Rp 13.932 per dollar AS.
Pengamat NH Korindo Securites Indonesia, Reza Priyambada menyebutkan upaya penguatan rupiah terganjal dengan mulai menguatnya Dollar AS karena imbas pelemahan harga minyak mentah dan sejumlah harga komoditas.
" Meski laju Rupiah masih dapat bertahan dari sentimen negatif terkait mulai berbalik naiknya laju USD namun, tetap harus mewaspadai adanya potensi pembalikan yang dapat terjadi seiring rentannya posisi Rupiah," tulisnya dalam laporan hariannya, Senin, 4 Januari 2015.
" Diharapkan animo pelaku pasar masih dapat bertahan sehingga membuat laju Rupiah dapat bertahan di teritori positifnya. Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju Rupiah," tambahnya.
Sebagai informasi, pergerakan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan dari asumsi makro yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi nilai tukar rupiah diperkirakan mencapai Rp 13.392 sepanjang tahun 2015 atau berada di atas asumsi yang sebesar Rp 12.500 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya