Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Alhamdulillah, Indeks Syariah Dan Rupiah Berbalik Menguat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Meski harus terpeleset di 30 menit awal pembukaan, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi perdagangan, Rabu, 13 Februari 2019. Sentimen negatif dari perang datang Amerika Serikat Vs China untuk sementara dilupakan pelaku pasar.
Investor malah mendapat angin segar dari sikap perusahaan sekuritas global, JP Morgan, yang masih optimistis dengan pasar saham di negara berkembang.
Ditutup melemah selama empat hari perdagangan terakhir, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) akhirnya sukses balik ke jalur hijau. ISSI ditutup menguat 0,616 poin (0,32%) ke level 190,801.
ISSI terakhir kali bergerak menguat pada 6 Februari 2019 saat bertengger di level 195.093.
Pada perdagangan tengah pekan ini, ISSI sempat melemah di 30 menit usai sesi pembukaan. Namun koreksi itu hanya berlangsung sesaat dan ISSI bergerak menguat hingga sesi penutupan perdagangan.
ISSI dibuka menguat di level 190,809 dan sempat menembus level terendah di 191,510. ISSI sedikit mengalami koreksi dengan posisi terendah di 189,503.
Penguatan juga terjadi pada dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi perdagangan dengan naik 1,349 poin (0,19%) ke level 699,924.
Indeks JII70 menguat 0,462 poin (0,19%) ke level 235,420.
Sayang laju penguatan tak bisa diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Masih dibayangi kecemasan pelaku pasar, IHSG merosot 7,209 poin (0,11%) ke level 6.4119.
Penggenjot perdagangan kali ini adalah indeks sektor industri dasar dan pertambangan. Kedua indeks sektor ini menguat masing-masing 1,49 persen dan 1,07 persen.
Koreksi terjadi pada indeks sektor keuangan yang melemah 0,86 persen, infrastruktur 0,74 persen, dan barang konsumsi 0,15 persen.
Investor lebih tertarik membeli saham BYAN, IBST, UNTR, SMGR, dan ALDO. Harga kelima saham ini naik Rp900, Rp600, Rp425, Rp375, dan Rp340.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah ITMG yang harganya terkoreksi Rp250, MFMI Rp140, HITS Rp115, SILO Rp100, dan MAPB Rp90.
Pada pukul 16.01, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs dolar turun 58 poin (0,41%) ke level Rp14.009.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya