Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Head Of Sales And Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha, Berbagi Tips Produk Investasi Yang Bisa Membuatmu Kaya-raya Ketika Tua. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – Orang yang bekerja tentu akan memasuki usia pensiun. Semua orang pasti mendambakan akan hidup bahagia bersama orang terkasih di hari tuanya.
Pada masa pensiun tentu kondisi keuangan tidak sebaik ketika masih bekerja, apalagi jika kita tidak mempersiapkan jauh-jauh hari.
Alih-alih menikmati hari tua, masa pensiun justru menjadi waktu pesakitan karena tidak memiliki apa-apa.
Head of Sales and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia, Steven Satya Yudha, mengatakan, orang bisa mengantisipasi masa pensiun dengan investasi saat muda. Ada tiga investasi yang bisa “ mengamankan” masa tua seseorang.
" Kalau saya ada tiga, pertama reksadana, properti, dan asuransi," kata Steven di Jakarta, Selasa 12 Februari 2019.
Ketiga investasi ini, tambah dia, bisa dilakukan ketika masih berada di masa produktif. Misalnya, investasi reksadana. Orang-orang bisa memulainya dengan modal Rp100 ribu.
Kalau mau dianggarkan, setidaknya ada 10 persen dari penghasilan untuk bujet investasi. “ Menurut saya, realistislah,” kata Steven.
Investasi yang bisa dilakukan lainnya adalah asuransi, terutama asuransi kesehatan. Produk keuangan yang satu ini bisa meng-cover risiko yang timbul ketika pemegang polis sedang sakit. Apalagi, biaya berobat semakin mahal.
“ Saya akan prioritaskan itu. (Biaya pengobatan) semakin lama semakin mahal,” kata dia.
Berikutnya adalah properti. Investasi ini bisa saja memiliki keuntungan lebih, tapi juga membutuhkan modal yang besar. Maka dari itu, biasanya masyarakat mendapat keuntungan dari reksadana dan hasilnya untuk berinvestasi properti.
" Jadi, pertama reksadana, asuransi, kemudian properti,” kata dia.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
