Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks acuan saham Indonesia berbalik menguat ditengah bergugurannya bursa saham utama Asia. Motor penggerak bursa kali ini berasal dari meredanya tekanan jual investor.
Dana asing justru perlahan-lahan mulai kembali ke Tanah Air memanfaatkan murahnya harga saham di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia menguat 0,927 poin (0,60%) ke level 156,667.
Meski sempat dilanda aksi jual jelang penutupan, ISSI mampu bertahan di zona positif. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 157,489.
Laju ISSI memang tak sepenuhnya nyaman di jalur hijau. ISSI sempat terperosok ke teritori negatif dengan level terendah di 155,486.
Melantainya pelaku pasar mendorong 121 emiten syariah menembus zona hijau. Sebaliknya, tekanan jual masih melanda 66 emiten syariah dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini melibatkan dana Rp 3,10 triliun dengan 34,46 miliar saham yang berpindahtangan.
Penutupan di zona hijau juga berhasil diukir saham-saham bluechips syariah. Didorong menguatnya harga saham dari 21 emiten, Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 4,995 poin (0,77%) ke level 653,033.
Indeks JII juga sempat terpeleset ke zona merah dengan level terendah di 647,163. Dengan transaksi jual beli Rp 2,03 triliun, ISSI akhirnya menutup perdagangan di teritori positif.
Saham-saham unggulan syariah pencetak top gainer dihuni oleh AALI yang naik Rp 425 per saham. Disusul SILO Rp 175, ASII Rp 125, AKRA Rp 100, dan INDF Rp 75 per saham.
Sebaliknya, dua penguasa industri semen di Indonesia, INTP dan SMGR terpaksa mengalami koreksi terdalam usai kinerja buruk sepanjang tahun ini. UNVR memimpin deretan top losser dengan melemah Rp 300, disusul INTP Rp 150, SMGR Rp 150, MPPA Rp 110, dan JSMR Rp 100 per saham.
Aksi rebound juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 34,805 poin (0,72%) ke level 4.872,599.
Lantai bursa sepanjang perdagangan ini menghimpun dana Rp 4,58 triliun dengan 43,73 miliar saham yang berpindahtangan. Asing membukukan nett buy sekitar Rp 131,98 miliar.
Advertisement
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah