Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
IHSG
Dream - Laju kencang bursa saham Indonesia akhirnya harus terhenti usai investor melakukan aksi jual. Sentien negatif bursa regional ikut membantu pelemahan indeks.
Tak hanya investor asing yang mencari untung, aksi jual juga dilakukan pemodal asing.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 20 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebetulnya hanya turun tipis 4,74 poin (0,09%) persen ke level 5.123,19.
Sayangnya, sentimen negatif terus menekan laju IHSG di sesi pembukaan. IHSG mengawali sesi perdagangan dengan melemah lebih besar yaitu 17,511 poin (0,34%) ke level 5.110,76.
Total volume perdagangan saham yang ditransaksikan pagi ini mencapai 227,51 juta saham senilai Rp 257,78 miliar.
Di awal sesi ini, pemodal asing langsung melakkan aksi jual dengan nilai Rp 45 miliar.
Dua dari delapan indeks sektoral, berhasil mempertahankan laju penguatan. Kedua sektor itu adalah pertanian yang naik 0,13 persen dan pertambangan 0,36 persen.
Tekanan negatif dari kawasan regional juga membawa dua indeks saham syariah mengawali perdagangan di zona merah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) memulai sesi pembukaan dengan melemah ke level 164,52. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di level 164,62.
Hingga 25 menit perdagangan, ISSI masih terseok di zona merah dengan melemah 0,81 poin (0,5%) ke lebel 163,81.
Saat ini sudah 53 emiten syariah yang berhasil keluar dari tekanan. Namun masih ada 74 emiten ISSI yang melemah dan 42 lainnya stagnan.
Nilai transaksi perdagangan telah mencapai Rp 476 miliar dari aksi jual beli 6,69 juta saham.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 678,08 dan kini telah terpangkas 5,39 poin (0,8%) ke lebel 673,57.
Daftar penghuni indeks JII didominasi koreksi harga saham yang dialami 19 emiten. Tercatat hanya 8 emiten yang naik dan 3 lainnya stagnan.
Dari kawasan regional, laju indeks saham utama Asia bergerak variatif. Shanghai Composite dan Kospi Korea Selatan dibuka dizona merah dan kini telah terkoreksi 0,31 persen dan 0,64 persen.
Sementara Hang Seng dan Nikkei dibuka menguat di zona hijau. Namun Hang Seng sudah turun ke zona merah dengan melemah 0,1 persen. Sedangkan Nikkai masih menguat tipis 0,08 persen.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?