JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi Cokelat
Dream - Anda penggemar cokelat mesti bersiap-siap. Membanjirnya pesanan cokelat dari Asia serta isu lingkungan dilaporkan mengancam keberlangsungan penganan cokelat dalam lima tahun mendatang. Bukan tak mungkin, cokelat hanya akan dinikmati orang-orang kaya saja bak kaviar.
Barry Callebaut Group, salah satu raksasa industri cokelat asal Swiss, mengingatkan potensi seretnya pasokan cokelat mentah pada 2020.
Peringatan serupa sebetulnya pernah disampaikan pada 2012 ketika ketika presiden Mars Chocolate dari Inggris, Fiona Dawson mengatakan industri cokelat akan kekurangan tak kurang dari satu juta ton cokelat.
Kondisi ini terjadi karena meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta desakan isu lingkungan pertanian kakao di dunia.
Mengutip laporan Albawaba.com, Rabu, 19 November 2014, konsumsi kakao dunia tumbuh rata-rata 3 persen selama 2008-2012.
World Cocoa Foundation (WCF) mengungkapkan lonjakan ini dipicu bertambahnya masyarakat kelas menengah di China, India, dan Brasil.
WCF melaporkan, laju permintaan ini setara dengan produksi kakau yang rata-rata tumbuh 3,1 persen setiap tahun. Sayangnya, di kala permintaan terus tumbuh, produksi kakao justru semakin melambat.
Callebaut menjelaskan, harga kakao naik sebesar 25 persen sepanjang 2013/2014. Dulu harga kakau dijual 1.600 pound sterling menjadi 2.000 pound sterling per ton.
Sebagian besar produksi kakao dunia berasal dari negara Afrik seperti Ghana, Nigeria, Kamerun, dan Pantai Gading yang menguasai 70 persen pasokan dunia. Munculnya epidemi ebola membuat harga kakao terus naik tinggi.
" Dalam 20 tahun lagi, cokelat akan seperti kaviar," kata Jon Mason dari Nature Conservation Research Council. " Cokelat akan semakin langka dan mahal dan orang kebanyakan takkan sanggup membelinya." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun