Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rencana pemerintahan membangun transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di lingkungan Jabodetabek mendapat dukungan dari tiga pemimpin daerah. Walikota Bogor, Bima Arya, bahkan siap mengubah terminal Baranangsiang menjadi stasiun LRT.
Bima mengakui, kebutuhan Bogor terhadap alat transportasi massal sudah sangat mendesak. " Setiap hari itu ada 800 ribu komuter dari Bogor ke Jakarta," ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip Dream, Kamis, 4 Juni 2015.
Menurut Bima, layanan Kereta api Commuter Line Jakarta (KCJ) yang selama ini digunakan masyarakat Bogor sudah terlalu padat. Kereta KCJ bahkan hilir mudik setiap enam menit sekali. " Volume komuter yang naik di kereta itu bisa 200 ribu orang," keluhnya.
Mendengar rencana pembangunan LRT, Bima pun langsung memberikan dukungan dengan memberikan izin pembangunan stasiun di wilayahnya. Dua lokasi diusulkan Pemkot Bogor kepada pemerintah yaitu Terminal Baranangsiang dan Tanah Baru, Bogor.
" Cuma tadi yang diputuskan adalah Terminal Baranangsiang," kata Bima mengenai hasil rapat koordinasi pembangunan LRT dengan beberapa kementerian dan kontraktor.
Saat ini sebagian besar terminal di Bogor memang sudah padat dengan angkutan umum, termasuk terminal Baranangsiang. Dirinya berharap bisa memecah konsentrasi untuk menyebar beban kendaraan ke beberapa wilayah pinggiran.
" Sekarang padat semua. Maka kami sampaikan opsi kedua. Nanti LRT selain di Baranangsiang ada juga di Tanah Baru. Jadi keluar tol Sentul Selatan, bisa LRT disana," ucap Bima.
Rencananya, lanjut Bima, di wilayah Tanah Baru akan dibangun Terminal Kelas A yang terintegrasi dengan LRT.
" Nah yang di Baranangsiang commuter line saja. Padat sekali kota Bogor kalau (LRT) disana," tutur Walikota Bogor itu.
Laporan: Kurnia Yunita Rahayu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya