Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Saudi Kunjungi Pusat Perbelanjaan Jelang Perayaan Lebaran (sumber: Http://www.arabianbusiness.com/)
Dream - Tradisi membeli pakaian baru atau belanja perlengkapan menyambut Idul Fitri hampir senantiasa terjadi di negara-negara muslim dunia. Di Indonesia, pusat perbelanjaan dan mal yang biasanya sepi, seolah berubah menjadi pasar karena banyaknya jumlah pengunjung.
Kondisi tak kalah berbeda juga terjadi di Arab Saudi. Ramadan yang tersisa beberapa hari ini membuat jumlah pembeli yang berbondong-bondong ke mal dan kompleks perbelanjaan lainnya semakin meningkat. Bedanya, penduduk Saudi biasanya mulai shopping setelah salat Tarawih.
Dikutip Dream.co.id dari laman Arabnews, Selasa, 22 Juli 2014, lalu lintas di jalan-jalan yang mengarah ke mal penuh sesak, menyebabkan kendaraan bergerak seperti siput. Tak hanya itu, menemukan tempat parkir seolah menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar pembeli.
Hiruk pikuk makin terasa setelah pegawai negeri dan karyawan swasta menerima gaji pada pekan lalu agar bisa mempersiapkan diri menyambut Idul Fitri. Di pusat pakaian dan peralatan rumah, Taibah di Riyadh, keramaian meski pun harga telah melonjak tinggi untuk pakaian anak-anak dan abaya.
Seorang penjual mengatakan kepada Arab News bahwa akan ada permintaan yang besar untuk abaya saat ini.
" Ini adalah kekuatan pasar yang khas. Ketika ada permintaan yang tinggi untuk produk tertentu, harga otomatis melonjak," kata Saleh, seorang penjual pakaian. Abaya baru yang biasanya dijual 150 riyal kini melonjak menjadi 250 riyal hingga 280 riyal.
Permintaan terhadap pakaian anak-anak juga meningkat selama musim lebaran.
Belanja di pasar Masmak dekat Qasr Alhakm dikatakan lebih murah daripada tempat lain sehingga menyumbang kemacetan lalu lintas parah selama puncak Ramadan ini. Publik menilai barang-barang yang dijual di pasar-pasar tradisional umumnya 50 persen lebih murah daripada di pusat perbelanjaan.
Sektor otomotif juga mengalami peningkatan permintaan selama periode ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya