JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Bursa saham syariah kembali melanjutkan pelemahannya jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI). Masih munculnya sentimen negatif memicu investor menahan diri.
Sebagian besar indeks sektoral memang menguat namun dalam rentang tipis.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 16 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,036 poin (0,02) ke level 155,376.
Sebaliknya, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) justru bergerak flat naik dengan menguat 0,013 poin (0%) ke level 658,041.
Penguatan indeks JII ini terbantu naiknya harga saham dari 10 emiten bluechips syariah meski ada tekanan dari 5 emiten yang melemah.
Di sesi pembukaan, kondisi tak berubah banyak. Indeks ISSI masih tertekan dan melemah 0,029 poin (0,02%) ke level 155,383. Sementara indeks JII melanjutkan penguatan dengan naik 0,047 poin (0,01%) ke level 659,075.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini dimulai dengan dana minim Rp 14 miliar dan 45,33 juta saham yang jadi objek pelaku pasar.
Emiten di sektor industri aneka memimpin penguatan dengan naik 0,90 persen, diikuti infrastruktur 0,10 persen. Koreksi terjadi pada emiten barang konsumsi yang turun 0,40 persen dan manufaktur 0,11 persen.
Aksi tunggu investor jelang pengumuman BI Rate juga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menahan diri. IHSG memulai sesi pembukaan dengan turun tipis 1,304 poin (0,03%) ke level 4.848,477.
Posisi pemodal asing di awal sesi ini dimulai dengan nett sell tipis Rp 956 juta.
Dari asia, indeks utama bergerak variatif dengan nikkei turun 0,30 persen. Sementara Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite saat ini sudah melaju naik 0,31 persen dan 0,24 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun