Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Pemerintah meminta UKM untuk menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan ini.
“ Saya menyarankan UKM harus memiliki strategi pemasaran dan promosi. Misalnya memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis agar bisa memasarkan produknya,” kata Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPP-KUKM), Ahmad Zabadi, di Jakarta, dalam acara “ Gebyar UKM Indonesia 2016: Membangun Kewirausahaan Lokal” di Galeri Indonesia WOW SMESCO RumahKu, Jakarta, beberapa hari yang lalu.
Zabadi mengatakan pemerintah selama ini tak pernah tidak tinggal diam membantu para pengusaha UKM. Upaya meningkatkan kualitas dan mempromosikan produk UKM terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar Gebyar UKM.
Kegiatan ini diakui menjadi kegiatan strategis bagi LPP-KUKM untuk mendukung UKM agar berpengalaman dalam mengembangkan produk unggulan yang bisa dipromosikan di tingkat nasional maupun internasional.
Sekadar informasi, Gebyar UKM ini diselenggarakan di 18 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Solo, Palembang, Balikpapan, Makassar, Pekanbaru, Surabaya, Bandung, Manado, Pontianak, Yogyakarta, Semarang, Banda Aceh, Padang, Banjarmasin, Jayapura, dan Bali. Acara ini dibuka di Jakarta dan ditutup di Bali. Kegiatan ini akan menghadirkan tiga agenda utama, yaitu seminar, kurasi produk, dan pameran.
“ Acara ini membuka peluang bagi para UKM untuk menunjukkan kualitas produknya melalui kurasi Nah, nanti kurasi ini akan dipilih oleh Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Samuel Wattimena,” kata dia.
Zabadi mengatakan acara Gebyar UKM 2016 ini, untuk edisi perdana, merupakan kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dan MarkPlus Inc. Mereka juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain, seperti International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Bank BCA, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Lazada. Gebyar UKM ini menjadi tolok ukur bagi UKM mitra LPP-KUKM untuk mengembangkan promosi dan pemasarannya.
“ Dalam kegiatan itu, kesempatan bagi UKM menunjukkan kualitas produk di hadapan masyarakat dan kurator,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya