Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Perusahaan Yang Memboikot Iklan Di Facebook Bertambah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Perusahaan-perusahaan raksasa yang memboikot beriklan di Facebook terus bertambah. Mereka mendesak Facebook melakukan upaya lebih banyak untuk menghentikan ujaran kebencian dan misinformasi.
Raksasa-raksasa seperti Adidas, Reebok, dan Ford kini bergabung dalam kampanye #StopHateForProfit. Sebelumnya aksi serupa dilakukan raksasa perusahan consumer good, Unilever.
Dikutip dari CNBC, Selasa 30 Juni 2200, perusahaan-perusahaan yang tergabung, akan menghentikan pemasangan iklan pada Juli 2020. Namun dari sekian perusahaan yang menghentikan pemasangan iklan di Facebook, tak ada satu pun dari mereka yang berada di 100 pembelanja iklan teratas di Facebook sepanjang tahun ini.
Kampanye boikot iklan itu terlihat tak mengganggu investor hari Senin 29 Juni 2020. Ini terlihat dari harga saham Facebook naik lebih dari 2 persen.
Berikut ini adalah daftar perusahaan yang menghentikan pemasangan iklan di Facebook per Juli 2020.
1. Adidas dan Reebook akan menangguhkan pemasangan iklan di Facebook dan Instagram hingga akhir Juli.
2. Ritel elektronik konsumen, Best Buy, berhenti iklan mulai 1 Juli.
3. Pemasok produk pembersih, Clorox, berhenti pasang iklan di Facebook dan Instagram hingga Desember 2020.
4. Jaringan fast food, Denny, berhenti memasang iklan di Facebook atau Instagram selama Juli 2020.
5. Edgwell Personal Care berhenti bayar iklan di Amerika Utara dan Eropa untuk 25 mereknya di Facebook dan Instagram.
6. Ford berhenti sementara pasang iklan di semua media sosial di Amerika Serikat selama 30 hari ke depan.
7. HP akan menghentikan iklan Amerika Serikat di Facebook.
8. Puma akan menyetop iklan di Facebok dan Instagram selama Juli 2020.
Dream – Facebook kembali dirundung masalah. Sejumlah perusahaan besar menarik dananya untuk berpromosi di platform media sosial terbesar dunia tersebut. Perusahaan raksasa milik Mark Zuckerberg ini dianggap gagal mencegah persebaran kebencian (hate speech).
Dikutip dari CNN, Senin 29 Juni 2020, penarikan dana promosi di Facebook salah satunya dilancarkan raksasa produk barang konsumsi, Unilever. Perusahaan asal Peranis ini menarik iklan di Amerika Serikat dari Facebook, Instagram, dan Twitter.
Unilever beralasan pengguna tiga media sosial sering membahas kondisi politik yang terpolarisasi, termasuk embel-embel ujaran kebencian.
![]()
Komitmen perusahaan untuk menahan berpromosi di tiga platform sosial media itu akan berlangsung hingga akhir 2020. Pemilik merek Dove, Pepsodent, dan lain-lain ini akan mengawasi dan meninjau ulang pembatasan iklan ke depannya seiring dengan perilaku masyarakat.
Keputusan perusahaan raksasa dunia mengurangi belanja iklan di sosial media membuat saham ketika perusahaan platform tersebut anjlok 7 persen pada minggu lalu.
Selain Unilever, merek-merek lainnya yang menarik iklannya dari Facebook adalah Starbucks. Jejaring kedai kopi ini memutuskan untuk menghentikan semua iklan di media sosial, termasuk Facebook.
Sekadar informasi, pada 2019, Starbucks menganggarkan dana US$94,8 juta atau sekitar Rp1,34 triliun untuk beriklan di Facebook.
Ada juga Honda yang mencabut iklannya dari Facebook dan Instagram. Pencabutan iklan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu melawan kebencian dan rasisme.
Perusahaan fesyen Levi Strauss (Levi’s) juga menarik iklannya dari Facebook dan Instagram. Keputusan ini diambil karena Facebook gagal menyetop penyebaran ujaran kebencian dan misinformasi.
Coca Cola juga menghentikan semua iklan di media sosial, tak hanya Facebook. Penghentian iklan itu berlangsung selama 30 hari, dimulai dari Juli 2020. Melalui keputusan itu, perusahaan minuman ringan ini meminta media sosial untuk mengendalikan kebencian, kekerasan, dan konten yang tidak pantas.
“ Kami akan meminta mereka tahu bahwa kami menginginkan akuntabilitas yang tinggi, aksi, dan transparensi dari mereka,” ujar perusahaan.
Aksi boikot ini turut berdampak kepada sang pendiri, Mark Zuckerberg. Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Phone Arena, Mark dikabarkan kehilangan kekayaannya sebesar US$7 miliar (Rp99,32 triliun). Hal ini disebabkan oleh penurunan harga saham Facebook.
Meskipun merosot tajam, Zuckerberg masih mengantongi kekayaan senilai US$82,3 miliar (Rp1.165,52 triliun).
Sekadar informasi, menanggapi pemboikotan iklan, dia sempat membahasnya kepada karyawan dan mengumumkan sejumlah perubahan soal kebijakan di Facebook. Salah satunya adalah menandai unggahan yang melanggar aturan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustinus Mario Damar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan