5 Pemicu Masalah Jantung di Usia Muda, Sering Dianggap Sepele

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 25 Januari 2022 19:12
5 Pemicu Masalah Jantung di Usia Muda, Sering Dianggap Sepele
Pastikan jaga kesehatan jantung mulai sekarang!

Dream - Banyak kasus pesohor dan orang ternama meninggal di usia muda karena adanya masalah jantung. Seperti yang baru dialami mendiang Maura, anak Nurul Arifin dan Mayong Suryol Laksono.

Menurut pihak keluarga, gadis cantik berusia 28 tahun itu meninggal mendadak di rumahnya karena henti jantung mendadak. Kondisi jantung yang bermasalah identik dengan mereka yang berusia senja, padahal anak muda juga bisa mengalaminya.

Sosok Maura Magnalia Putri Putri Nurul Arifin yang Meninggal© MEN

Dikutip dari KlikDokter, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI (Riskesdas) tahun 2013, penyakit jantung koroner mencapai 12,1 persen dari populasi. Sebanyak 39 persen di antaranya diderita oleh kelompok usia muda, yaitu kurang dari 44 tahun.

Sebanyak 22 persen penderita jantung usia muda tersebut berusia 15-35 tahun. Lalu apa pemicu utama terjadinya masalah jantung pada usia muda? Berikut daftarnya.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi merupakan kondisi serius bila terjadi sejak dini. Kondisi ini sering tidak terdeteksi karena tak ada gejala. Tekanan darah tinggi dapat diturunkan dari keluarga.

Perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi. Contohnya dengan menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan aktivitas fisik, membatasi konsumsi garam, dan menghindari rokok.

 

1 dari 4 halaman

Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah arteri, sehingga mengalami penyempitan dan berisiko mengalami penyakit jantung. Proses penyakit ini disebut sebagai aterosklerosis.

Gejala Serangan Jantung Pada Kaum Hawa, Halus dan Mematikan© MEN

Hal ini dapat timbul saat usia muda. Kandungan kolesterol dapat ditemukan pada makanan yang bersumber dari hewan. Misalnya daging, telur, produk susu, dan makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi merupakan faktor keturunan. Faktor risiko lainnya adalah obesitas, tekanan darah tinggi, dan kebiasaan merokok.

 

2 dari 4 halaman

Merokok

Lebih dari 90.000 orang meninggal dunia setiap tahun karena penyakit jantung akibat merokok. Data dari Kementerian Kesehatan RI 2017 menyebut, sebanyak 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun merupakan perokok aktif. Jumlah perokok usia anak (di bawah 18 tahun) juga meningkat dari 7,2 persen tahun 2013 menjadi 8,8 persen tahun 2016. Lebih mengkhawatirkan lagi, 34,71 persen anak usia 5-17 tahun diketahui mengisap lebih dari 70 batang rokok per minggu (SUSENAS, 2016).

Di antara usia muda yang memiliki risiko penyakit jantung sangat rendah, merokok dapat menyebabkan 75 persen kasus penyakit jantung. Tak hanya itu, semakin lama seseorang merokok, maka semakin tinggi risiko penyakit jantung.

Kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan menambah tekanan pada jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa merokok meningkatkan detak jantung, tekanan pembuluh darah arteri besar, dan dapat menciptakan detak jantung yang tidak teratur. Hal itu kerja jantung makin berat.

 

 

3 dari 4 halaman

Obesitas

Obesitas termasuk faktor risiko utama penyakit jantung. Di Indonesia, berdasarkan data terbaru dari Riskesdas 2018, jumlah anak yang gemuk atau obesitas di Indonesia mencapai 8 persen.

Bahaya Obesitas yang Sering Disepelekan© MEN

Angka tersebut mengalami penurunan—12,2 persen tahun 2007 dan 11,9 persen tahun 2013. Meski demikian, ini tetap harus diwaspadai. Penyebab obesitas beragam, meliputi faktor genetik, usia, jenis kelamin, gaya hidup, penyakit, dan konsumsi kalori lebih banyak daripada yang digunakan sehari-hari.

 

4 dari 4 halaman

Kurang aktivitas fisik

Seseorang yang tidak berolahraga juga akan meningkatkan faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Aktivitas fisik akan membantu mengendalikan berat badan, memperkuat tulang, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL), dan mengurangi tingkat stres. Sehingga, risiko penyakit jantung bisa diminimalkan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar