5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Shutterstock
Dream - Penyakit jantung mungkin sering diabaikan generasi muda karena menganggapnya hanya menyerang kalangan lanjut usia. Padahal tren terbaru menunjukan penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor satu ini sudah makin banyak menyerang kalangan usia muda.
Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, dr. Wishnu Aditya Widodo, Sp.JP, mengatakan bahwa banyak kasus serangan jantung yang terjadi pada usia 30 hingga 40 an yang masih tergolong usia produktif. Penyakit ini bisa muncul karena faktor keturunan disertai pola hidup yang kurang baik.

" Pada usia 30 hingga 40 tahun, setiap tahun angka serangan jantung naik dua persen, secara statistik, usianya semakin lama semakin muda," jelas dr. Wisnu Aditya Widodo, Dokter Spesialis Penyakit Jantung di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pada konferensi virtual RSPI, baru-baru ini.
Penyakit jantung yang kerap diabaikan ini ternyata berada di urutan pertama penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

" Sebelum adanya pandemi Covid-19, jantung ada di urutan pertama dan setelah pandemi pun tetap di urutan pertama," tambah dr. Wisnu.
Hal ini juga senada dengan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa penyakit jantung koroner (ischaemic heart disease) merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Gaya hidup yang serba instan dan kurangnya aktivitas fisik menjadi kemungkinan penyebab dari penyakit jantung di usia produktif ini.
Selain itu faktor genetik yang disertai komorbid seperti darah tinggi disertai gaya hidup yang tidak sehat akan memicu terjadinya penyakit jantung di usia dini.
Sebaiknya hindari rokok, minuman alkohol dan ubah pola hidup menjadi lebih baik. Makan makanan sehat dan bersih juga melakukan aktivitas fisik. Jangan lupa membersihkan dan menambal gigi berlubang karena dapat berakibat endokarditis.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya