9 Dampak Mengerikan Makan Menu yang Sama Setiap Hari

Reporter : Sugiono
Minggu, 27 Januari 2019 14:01
9 Dampak Mengerikan Makan Menu yang Sama Setiap Hari
Ada 9 dampak buruk bagi kesehatan jika kita selalu makan makanan yang sama setiap hari. Mulai dari kanker hingga kematian!

Dream - Makanan yang sama hampir tiap hari mungkin terlihat hemat dari segi pengeluaran.

Namun, jika dari sudut kesehatan, makan makanan yang sama bisa setiap hari mendatangkan masalah kesehatan.

" Manusia dirancang untuk makan tumbuhan dan hewan, dan karenanya diet kita menjadi bervariasi secara alami," kata Monica Auslander Moreno, konsultan nutrisi di RSP Nutrition.

" Ini adalah desain evolusi sehingga kita memperoleh dan mengakses berbagai macam nutrisi sepanjang hari, minggu, bulan, dan selama waktu jangka panjang," tambah Moreno.

Maka dari itu, jika diet kita selalu sama setiap hari, maka akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Dikutip dari Reader's Digest, ada 9 dampak buruk bagi kesehatan jika kita selalu makan makanan yang sama setiap hari.

1. Menyebabkan Kekurangan Nutrisi

Wesley Delbridge, ahli nutrisi di Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan tubuh kita membutuhkan beragam makro dan mikro nutrisi. Karena itu makan berbagai macam makanan, terutama buah-buahan dan sayuran, dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi tubuh.

" Makanlah buah dan sayuran yang warnanya seperti pelangi, dan jangan lupa bahwa sayuran beku sama sehatnya dengan sayuran segar," tambah Delbridge.

2. Menghambat Proses Penurunan Berat Badan

Sebuah penelitian terbaru di PLOS One menemukan bahwa orang-orang yang makan makanan yang kurang bervariasi akan mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan daripada mereka yang variasi makanannya lebih banyak.

3. Mengganggu Kesehatan Usus

" Makan berbagai macam makanan, menyediakan lingkungan yang dibutuhkan usus untuk menumbuhkan bakteri sehat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki pencernaan," kata Delbridge.

" Makanan fermentasi, seperti yogurt dan kefir, menyediakan probiotik (bakteri sehat). Makan buah-buahan dan sayuran menyediakan serat dan prebiotik (makanan untuk probiotik) untuk menciptakan lingkungan usus yang sehat."

1 dari 2 halaman

4. Memperpendek Usia

Dalam penelitian yang diterbitkan di International Journal of Epidemiology, para peneliti mempelajari kesehatan lebih dari 50.000 wanita. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang makan berbagai macam makanan sehat cenderung hidup lebih lama daripada wanita yang makan makanan yang sama hari demi hari.

5. Mengganggu Metabolisme

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa mereka yang makan makanan yang bervariasi memiliki risiko penyakit metabolik yang jauh lebih rendah - jika dikombinasikan dengan faktor tidak sehat dapat menyebabkan penyakit jantung dan diabetes. Orang-orang yang makan makanan bervariasi mengalami penurunan kadar kolesterol, penurunan tekanan darah, dan memiliki lebih sedikit lemak perut.

6. Mengganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Peningkatan nutrisi dari makanan yang bervariasi akan meningkatkan kekebalan tubuh, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition. Sedangkan orang-orang yang dietnya variasinya sedikit cenderung sakit karena sistem kekebalan tubuhnya melemah.

2 dari 2 halaman

7. Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

" Makan daging deli (daging olahan) setiap hari sangat tidak dianjurkan karena itu adalah cara cepat untuk meningkatkan risiko terkena kanker esofagus dan gastrointestinal tertentu," Moreno memperingatkan. " Nitrat yang ada dalam daging olahan itu telah dikaitkan dengan jenis kanker tersebut."

8. Menyebabkan Overdosis Nutrisi Tertentu

" Terlalu banyak makan makanan mengandung kunyit, misalnya, dapat menyebabkan pembekuan darah dan mengganggu fungsi hati," kata Moreno. Seseorang juga bisa keracunan merkuri jika makan ikan setiap hari. Terutama jika dia mengonsumsi ikan pemangsa (seperti tuna). Keracunan merkuri karena ikan telah dikaitkan dengan masalah berat badan.

9. Mengakibatkan Gangguan Selera Makan

Dikenal sebagai 'selective eating disorder' atau 'avoidant-restrictive eating disorder', kondisi ini ditandai oleh penolakan terus-menerus untuk makan makanan tertentu atau penolakan untuk makan segala jenis makanan karena respons negatif dari warna, tekstur, atau bau makanan. Konsekuensinya dapat berupa kekurangan gizi dan penurunan berat badan yang tidak sehat.

Sumber: Reader's Digest

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair