CONNECT WITH US!

Antara Gula dan Pemanis Buatan, Lebih Bahaya Mana?

Reporter : Gladys Velonia | Rabu, 13 September 2017 17:44
Foto: Shutterstock.com
Menurut Samuel, pemanis buatan tidak berbahaya bagi kesehatan asal tidak berlebihan.

Dream - Camilan merupakan makanan yang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kini banyak yang menyiasati camilan saat diet dengan mengonsumsi protein bar yang rendah kalori.

Menurut ahli gizi, Samuel Oetoro, konsumsi protein bar tidak dilarang dan tidak berbahaya meskipun mengandung pemanis buatan.

" Protein bar itu bukan gula, tapi pemanis. Saya tidak setujunya pakai pemanis, tapi ya bisnis supaya laku, kalau hambar malah tidak laku," tutur Samuel di SCBD, Jakarta Pusat, Selasa, 12 September 2017.

Menurut Samuel, pemanis buatan tidak berbahaya bagi kesehatan, asal tidak berlebihan. Selama ini belum ada penelitian yang membuktikan bahaya yang ditimbulkan oleh pemanis buatan.

" Kecuali sangat berlebihan. Pemanis itu macam-macam, ada aspartam, ada asesulfam, ada stevia, ada golongan sorbitol. Di antara pemanis-pemanis itu, yang paling oke ya stevia," jelas Samuel.

Dia menambahkan, pemilihan pemanis buatan sebagai pengganti gula sebagai langkah tepat. Meski begitu, ia menganjurkan untuk mengurangi konsumsi gula. Gula pasir, kata dia, boleh dikonsumsi maksimal 40 gram perhari.

" Kalau saya menganjurkan jangan sentuh gula sama sekali. Gula kan bisa dapat dari buah, nasi merah, kentang. Jadi tidak perlu gula," imbuh dia.

Terry Prihatin Dengan Keadaan Pekerja Seni di Indonesia