Bahaya dan Pencegahan Infeksi Virus Zika

Reporter : Eko Huda S
Senin, 1 Februari 2016 14:31
Bahaya dan Pencegahan Infeksi Virus Zika
Infeksi virus Zika disebut-sebut menjadi penyebab mikrosefalus, kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata.

Dream - Ancaman virus Zika bukan hanya isapan jempol. Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyatakan virus yang tengah merebak di kawasan Amerika Selatan ini menjadi ancaman bagi dunia.

Sebagaimana dikutip Dream dari laman depkes.go.id, Senin 1 Februari 2016, virus Zika merupakan jenis Flavivirus yang tergolong familia Flaviviridae. Genus ini meliputi virus Nil Barat, virus demam berdarah, dan virus demam kuning.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam keterangan tertulisnya menegaskan pihaknya hingga saat ini belum pernah memperoleh laporan hasil konfirmasi virus Zika telah beredar di Indonesia.

Saat ini konfirmasi pemeriksaan virus Zika hanya bisa dilakukan di laboratiorium tertentu, yaitu Balitbangkes Kemenkes dan Lembaga Biomolekuler Eijkman. 

Penularan virus Zika melalui gigitan nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus ini juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi, termasuk ibu hamil. Virus ini sekarang merebak di Amerika Selatan. Namun, bukan berarti daerah lain aman dari penyebaran virus ini.

Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, dan Venezuela.

1 dari 4 halaman

Bahaya Bagi Janin

Infeksi virus Zika disebut-sebut menjadi penyebab mikrosefalus pada janin. Mikrisefalus adalah kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata. Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan memang belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Bagi wanita hamil yang akan bepergian ke daerah yang tengah mengalami wabah virus Zika diharapkan berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra dari gigitan nyamuk.

Ibu hamil yang pernah bepergian ke daerah yang terkena wabah virus Zika diharapkan memeriksakan diri ke dokter. Terutama bagi ibu hamil yang mengalami dua atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

2 dari 4 halaman

Gejala Infeksi

Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR. Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.

Gejala infeksi virus ini hampir sama dengan demam berdarah. Gejala infeksi virus Zika di antaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, lemah, dan terjadi peradangan konjungtiva atau lapisan tipis pada mata.

Pada beberapa kasus Zika dilaporkan terjadi gangguan syaraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari.

Namun, penyakit yang disebabkan virus Zika kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik, penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7 hingga 12 hari.

3 dari 4 halaman

Jika Terinfeksi, Lakukan Ini

Jika seseorang terinfeksi virus Zika, maka lakukan adalah istirahat yang cukup. Selain itu juga mengonsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi, minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri. Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya. Jangan lupa cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

4 dari 4 halaman

Pencegahan

Pencegahan penularan virus Zika bisa dilakukan seperti demam berdarah. Antara lain menghindari kontak dengan nyamuk. Disarankan juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan lain sebagainya.

Selain itu, juga harus melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik), meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dan lain sebagainya.

Pada wanita hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

Kementerian Kesehatan dalam keterangan tertulisnya juga menghimbau agar masyarakat berperan aktif melakukan pencegahan kemungkinan tertularnya virus Zika dengan menghindari gigitan nyamuk Aides Agypti, khususnya pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M.

Juga ikut melakukan pengawasan jentik nyamuk dan meningkatkan daya tahun tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat

 

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian