Benarkah Berhubungan Intim 'Wanita di Atas' Menyakitkan?

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 18 Januari 2021 06:12
Benarkah Berhubungan Intim 'Wanita di Atas' Menyakitkan?
Posisi ini jadi favorit kaum Hawa.

Dream – Posisi hubungan intim Women on Top diaggap jadi favorit para kaum Hawa karena dapat lebih mengarahkan energi dan rangsangan baik ke diri sendiri maupun pasangan.

Tetapi menurut ginekolog, hal ini bisa jadi penghalang bagi wanita karena dapat menimbulkan rasa sakit yang disebabkan kelainan rahim atau gerakan seks.

Lalu, bagaimana caranya agar hal itu dapat tetap dilakukan namun tidak membahayakan wanita sebagai 'pemeran utama' dalam berhubungan seksual?

Jangan bersedih, Sahabat Dream. Langkah yang harus diambil sama-sama memahami alasan terjadinya hal tersebut lalu cari jalan keluar bersama pasangan tanpa harus diselimuti rasa kesal maupun menyesal.

Berikut poin yang wajib kamu ketahui bareng pasangan terkait Women on Top:

1 dari 4 halaman

Keram otot yang menyakitkan bikin mood hilang

Sama seperti olahraga, kegiatan ini dapat menyebabkan keram otot atau sendi. Alangkah baiknya sebelum berkegiatan lakukan peregangan otot atau pemanasan.

Saat sendi dan badan kaku dan kamu langsung melakukan seks di atas, hal ini akan membuat sangat tidak nyaman dalam mempertahankan posisi tersebut.

Kemudian pada wanita yang menyukai penetrasi secara mendalam, posisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, pasangan mu mungkin beberapa kali menyentuh serviks yang bisa menyebabkan ruam. Ini bisa juga yang membuat terjadinya keram otot.

Alasan lain 'perempuan di atas' yang bikin sakit karena adanya kelainan seperti fibroid atau endometriosis yang tumbuh di luar atau dalam rahim.

Ilustrasi© Shutterstock.com

 

2 dari 4 halaman

Nah bagaimana mengantisipasinya?

Salah satunya dengan peregangan otot panggul secara alami, saat kamu mulai terangsang, pelumas alami akan memperpanjang saluran vagina sehingga menghilangkan masalah dan mampu mengakomodasi selama 'di atas'.

Selain itu, acara untuk mempertahankan posisi seks di atas dengan memberi tekanan pada paha depan dan bokong, cara penguatannya bisa dengan squad atau deadlift.

Untuk pelenturan bisa dengan lakukan yoga, karena yoga tidak hanya sehat untuk pikiran dan kesehatan, tetapi juga bagus untuk meningkatkan kehidupan seks mu.

Ilustrasi© Shutterstock.com

Hal lain yang dapat menyebabkan tidak enak ketika 'perempuan di atas' karena adanya stres dan kecemasan berlebihan, solusi untuk ini kamu bisa dengan pergi ke terapis yang profesional.

Jika dirasa beberapa hal di atas jadi alasan utama ketidaknyaman dalam posisi seks ini, isitarahatlah sejenak jika tidak mau eksplor lebih, kamu bisa coba posisi seks lain yang tentunya bikin kamu dan pasangan sangat menikmati.

(Laporan: Josephine Widya, Sumber: Times of India)

3 dari 4 halaman

Hubungan Suami-Istri di Atas Jam 9 Malam Tak Disarankan?

Dream - Berhubungan intim termasuk salah satu kebutuhan biologis bagi manusia yang telah menikah. Aktivitas ini tentu saja menyehatkan. Hal ini tak lepas dari efek penghilang stres, mendekatkan emosi pasangan serta membakar kalori.

Sebagian besar pasangan, memilih waktu malam untuk berhubungan. Terutama menjelang tidur. Sayangnya menurut studi yang ditulis di Frontiers in Psychology, bercinta di atas pukul 21.000, kurang tepat.

" Berhubungan intim menjelang waktu tidur malam tidak buruk, hanya saja kebanyakan orang sudah mengalami kelelahan," kata Michael Breus, PhD., penulis buku The Power of When, dikutip dari Reader Digest.

4 dari 4 halaman

Ketika tubuh sudah lelah dan ingin tidur, ada kemungkinan pasangan tidak punya energi lagi untuk berhubungan intim. Namun, semua itu tergantung pada mental dan fisik masing-masing pasangan. Ada kalanya hubungan intim di waktu malam malah membuat pasangan tidak bisa tidur.

Sebaliknya, ada juga pasangan sengaja berhubungan intim di waktu malam karena dianggap sebagai cara untuk relaksasi dan peredam ketegangan.

" Bagi mayoritas orang, hubungan intim pada malam hari adalah sebuah relaksasi dan cara meredam ketegangan. Dengan begitu mereka akan mengantuk dan mudah tidur," jelas Lisa Thomas, terapis seks dan keluarga.

Beri Komentar