Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Selama bertahun-tahun kita bisa mengetahui secara langsung seseorang telah berbohong jika mereka terlalu banyak melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya.
Namun sebuah studi baru menemukan, selain lebih banyak menatap mata lawan bicaranya, seorang pembohong juga menggerak-gerakan tangan mereka secara berlebihan saat berbicara dusta.
Para peneliti dari University of Michigan mempelajari 118 klip video untuk mengetahui bahasa dan gerak tubuh yang digunakan oleh orang saat berbohong.
Mereka juga menggunakan kesaksian dari Innocence Project, sebuah organisasi non-profit yang mengawasi kasus hukum orang-orang yang dipenjara karena tuduhan palsu.
Setengah dari klip video berasal dari rekaman persidangan sementara separuh lainnya didasarkan pada video YouTube yang isinya menanyakan pendapat narasumber tentang film.
Peneliti akhirnya bisa mengetahui seseorang bohong dengan melihat pada vonis percobaan dan ketika narasumber ditanya pendapat mereka tentang film yang sebenarnya tidak ada.
Mereka yang tidak jujur terlihat menggerak-gerakan tangan secara berlebihan, lebih banyak melakukan kontak mata dan menganggukkan kepala.
Seorang pembohong juga lebih sering mengatakan 'um'. Mereka juga menghilangkan kata 'saya' atau 'aku' dalam cerita mereka dan menggantinya dengan kata 'dia'.
Selain itu, pembohong menggunakan gerakan tangan sekira 40 persen lebih banyak dibandingkan dengan orang yang jujur yang hanya 25 persen.
"Dalam percobaan laboratorium, sulit untuk membuat pengaturan yang memotivasi orang untuk benar-benar berbohong. Taruhannya tidak cukup tinggi," kata Rada Mihalcea, profesor ilmu komputer dan teknik yang ikut memimpin proyek itu.
"Kami dapat menawarkan hadiah jika orang bisa berbohong dengan bai, membayar mereka untuk meyakinkan orang lain bahwa sesuatu yang salah adalah benar. Tapi di dunia nyata ada motivasi yang benar untuk menipu."
Para peneliti mengumpulkan semua data dalam perangkat lunak untuk membangun data siapa yang berbohong.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komputer 75% akurat dalam mengidentifikasi orang yang sedang berbohong sementara manusia hanya mampu menebak 50%.
Para peneliti percaya bahwa penelitian mereka dapat berguna untuk kepolisian dan pengadilan.
(Sumber: Metro.co.uk)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS