Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Bahan makanan yang sehat dapat berubah menjadi makanan yang tidak sehat saat dikonsumsi karena diolah dengan cara yang salah. Kandungan gizi yang sekiranya bermanfaat menjadi hilang, bahkan berubah menjadi sampah. Lantas bagaimana cara mengolah makanan yang tepat?
Ada banyak cara memasak, antara lain: menggoreng, memanggang, merebus, dan mengukus. Metode masak yang dianggap paling sehat adalah dengan mengukus.
Berikut beberapa alasannya:
1. Mengukus dapat mempertahankan nutrisi sayuran
Sayuran yang dikukus dapat mempertahankan kandungan flavanol (antioksidan) dan vitamin.
2. Mengukus mempertahankan cita rasa dan gizi ikan
Ikan juga lebih baik dimasak dengan cara dikukus. Ikan yang dikukus selain rasanya lebih enak, kandungan gizi seperti asam lemak Omega-3 juga masih terjaga baik. Dengan dikukus juga dapat menjaga daging ikan tetap utuh.

3. Mengukus menjaga vitamin B1 pad beras merah
Jenis karbohidrat seperti beras merah sebaiknya juga dimasak dalam food steamer, karena dapat menjamin penyimpanan vitamin B1 yang kaya akan vitamin dan mineral.
4. Mengukus merupakan cara yang sangat sederhana sehingga cocok untuk mereka yang tidak ahli dalam memasak.
Mengonsumsi makanan yang diolah dengan cara dikukus juga sangat disarankan bagi penderita diabetes atau jika Anda memiliki kadar gula darah yang cenderung tinggi.
Menurut laman Diabetes Care, sebuahpenelitian menunjukkan bahwa makanan yang dibakar, dipanggang, atau digoreng menghasilkan Advanced Glycation End (AGEs) – molekul yang rusak akibat terpapar gula- lebih banyak dibanding dengan makanan yang dikukus.
Jangan tunda lagi, ubah pola masak Anda dengan lebih sering menggunakan metode kukus, ya.
Untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang mendukung. Seperti Melabic, terbuat dari 100 persen bahan alami dan memiliki manfaat bukan hanya mampu mengendalikan kadar gula tetapi juga menurunakan kadar kolesterol.
Melabic juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes ataupun mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar gula darahnya karena tidak memiliki efek samping. Info lebih lanjut klik di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang