6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Memuaskan hasrat bercinta saat hamil ternyata memiliki dampak baik untuk sang ibu dan calon bayi. Bercinta ternyata dapat membantu meredakan beberapa masalah seperti mual atau suasana hati yang tidak menentu.
Selain itu bercinta juga dapat mempererat hubungan antara ayah, ibu dan anak. Berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh dari bercinta saat hamil seperti dikutip Idiva:
1. Seksi dan Menyenangkan
Saat ibu merasakan orgasme muncul endorfin yang dapat membuat ibu dan anak bahagia serta lebih santai. Saat hamil pasangan perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Saat hamil kenaikan berat badan sudah pasti dirasakan para ibu, namun kebanyakan suami menganggapnya itu seksi.
3. Tingkatkan Imun
Seseorang yang aktif secara seksual memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan diyakini, kadar imunoglobulin A yaitu antibodi yang membantu menghindari flu dan infeks meningkat.
4. Pereda Stres
Banyak yang mengakui hal ini, bercinta dengan pasangan menjadi pereda stres. Saat hamil tingkat stres para ibu semakin meningkat untuk itu bercinta dapat membantu meredakannya.
Selain itu juga anak menjadi lebih santai dengan sensasi goyangan perlahan dari tubuh ibu dan ayahnya.
5. Turunkan Tekanan Darah
Bercinta saat hamil dapat menurunkan tekanan darah dan dengan demikian dapat menghindari risiko preeklamsia (komplikasi tekanan darah tinggi) pada ibu.
6. Latihan sang Ibu
Saat orgasme para ibu bisa menjadikannya sebagai latihan untuk mempersiapkan diri melahirkan. Dengan orgasme panggul dapat mempersiapkan kelahiran anak dan lebih cepat masa pemulihannya paska kelahiran.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Subspesialis Fertility dan Hormon Reproduksi Ahli Bedah Laparoskopi, Kiel, Jerman, Caroline Tirtajasa, mengimbau suami istri sebaiknya bercinta tidak dilakukan saat usia kandungan masih muda.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kondisi mulas dan kelahiran spontan. " Jangan saat usia kandungan masih muda. Sperma itu mengandung senyawa prostaglandin yang dapat memicu rasa mulas istri. Dan dikhawatirkan adanya kelahiran spontan," ujar Caroline.
Caroline menyarankan sebaiknya pasangan menunggu hingga usia kandungan lebih dari 14 minggu. Setelah itu boleh melakukan hubungan suami istri. " Kalau ingin bercinta tunggu dulu sampai proses plasentasi sempurna. Biasanya usia kandungan 14 minggu," ujar Caroline saat dihubungi Dream.co.id.
Proses plasentasi merupakan pembentukan plasenta yang bertujuan melindungi calon bayi. Proses ini sempurna saat usia kandungan ibu mencapai 14 minggu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
