Hasil Riset: Jus Jeruk Dengan Kulitnya Bisa Tangkal Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 29 Maret 2020 18:12
Hasil Riset: Jus Jeruk Dengan Kulitnya Bisa Tangkal Virus Corona
Riset ini digelar gabungan peneliti dari UI dan IPB.

Dream - Tim riset Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB menggelar penelitian mengenai penangkal virus corona.

Hasilnya didapat temuan jus jeruk beserta kulitnya mengandung senyawa yang berpotensi dimanfaatkan untuk menangkal Covid-19.

" Senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin," kata Guru Besar IPB University yang juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Irmanida Batubara dalam keterangan tertulis.

Hesperidin diklaim bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Senyawa ini banyak terdapat pada kulit jeruk.

" Selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih," kata Irma.

 

1 dari 5 halaman

Rasa Pahit, Bukti Ada Zat Hesperidin

Dia mengakui akan ada rasa pahit dalam jus, yang berasal dari kulit jeruk. " Tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya," kata Irma.

Jika tidak bisa mengonsumsi rasa pahit, Irma menyarankan agar jeruk dibuat infus water. Beberapa senyawa dalam jeruk dan kulitnya akan larut dalam air sehingga mudah dikonsumsi.

" Semua jenis jeruk mengandung hesperidin, jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan jeruk nipis, jeruk lemon, dan varietas jeruk lainnya," kata dia.

2 dari 5 halaman

Jenggot Bisa Tularkan Virus Covid-19? Simak Penjelasannya

Dream - Hal apapun yang terkait penularan Covid-19, sebisa mungkin dihindari atau dihilangkan. Tentu saja karena virus tersebut sangat mudah menular. Virus ini menular melalui droplet atau percikan ludah.

Percikan tersebut bisa dengan mudah menempel di jenggot. Banyak yang penasaran apakah harus mencukur jenggot demi mengurangi risiko tertular Covid-19?

Thomas Russo, seorang dokter di State University of New York, Buffalo VA Medical Center, mengungkap sebenarnya keharusan mencukur jenggot untuk para petugas medis.

Terutama mereka yang bekerja di IGD atau kontak langsung dengan pasien Covid-19. Hal ini karena mereka wajib mengenakan masker N-95.

" Aku bisa membayangkan bahwa mungkin jenggot bisa mengumpulkan sedikit ludah atau sesuatu," kata Thomas.

 

3 dari 5 halaman

Cuci Tangan

Tentu saja, itu tidak memperhitungkan kemungkinan cara lain virus dapat menyebar atau tidak, meskipun bukti menunjukkan bahwa penularan melalui udara jauh lebih jarang terjadi. Hal ini dibandingkan dari droplet atau menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus Covid-19.

John Swartzberg, profesor di School of Public Health UC Berkeley yang mempelajari penyakit menular, juga tidak yakin kalau janggut bisa menularkan Covid-19. Belum ada bukti ilmiah terkait hal tersebut.

Lucy Wilson, profesor dari Department of Emergency Health Services di University of Maryland Baltimore County, mengungkap kalau penerapan hidup bersih lebih baik ditekankan, yaitu cuci tangan dengan sabun.

 Lebih Baik Cuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer?© MEN

" Masuk akal untuk berasumsi bahwa droplet bisa menempel daat seseorang bersin atau batuk ke jenggot. Selalu mandi dan cuci tangan dengan sabun sehabis melakukan apapun, terutama setelah keluar rumah," kata Wilson.

Jika memang tak ingin mencukur jenggot, pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun. Termasuk membersihkan jenggot secara teratur.

Sumber: Huffpost.com

4 dari 5 halaman

Seberapa Mudah Virus Corona Menular?

Dream - Sebagian besar orang menganggap, virus corona menular dengan mudah melalui udara. Faktanya, tak demikian. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus corona menular melalui percikan air liur (droplet) orang yang terinfeksi, saat batuk atau bersin.

 © Dream

Percikan tersebut dapat mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke dalam paru-paru. Bisa juga menular jika menyentuh permukaan atau benda yang terdapat percikan liur terinfeksi kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Kondisi pasien corona yang paling menular adalah ketika sedang muncul gejala. Gejalanya antara lain batuk, pilek, dan disertai sesak napas.

 

 

5 dari 5 halaman

Seberapa mudah virus menyebar?

Hal ini sangat bervariasi. Beberapa virus sangat menular (menyebar dengan mudah), seperti campak, sementara virus lain tidak menyebar dengan mudah. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah apakah penyebaran berkelanjutan.

Virus yang menyebabkan COVID-19 diperkirakan menyebar dengan mudah dan berkelanjutan saat pasien berada di beberapa wilayah geografis yang terkena dampak (community spread). Community spread berarti ada orang yang telah terinfeksi virus di suatu daerah, termasuk beberapa yang tidak yakin bagaimana atau di mana mereka terinfeksi.

Sumber: CDC

 

 

Beri Komentar
Wajib Tahu! Ini Kiat Merawat Kulit Anak Agar Sehat dan Halus