Waspada Risiko Penggunaan Hand Sanitizer Berlebih

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 8 April 2020 12:33
Waspada Risiko Penggunaan Hand Sanitizer Berlebih
Sahabat Dream perlu lebih hati-hati saat menggunakan hand sanitizer. Karena penggunaan yang salah akan menyebabkan berbagai efek pada kulit.

Dream – Menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19. Dengan dinyatakannya corona COVID-19 sebagai pandemi, penggunaan hand sanitizer, gel, dan sabun telah meningkat.

Meskipun hand sanitizer efektif melawan bakteri dan virus, ternyata ada batasan yang harus diperhatikan juga lho.

Dalam beberapa kasus, hand sanitizer dapat menyebabkan luka bakar dan masalah kulit yang parah bagi sebagian orang.

Hal ini terjadi karena kandungan alkohol, tingginya penggunaan produk dan ketidaktahuan penggunaan yang tepat.

Untuk itu, sebaiknya kamu menghindari penggunaan yang berlebihan untuk mencegah bahaya yang mungkin bisa terjadi.

1 dari 4 halaman

Jenis Hand Sanitizer

Ilustrasi Hand Sanitizer© Pixabay.com

Hand sanitizer dianggap sebagai alternatif terbaik untuk membersihkan tangan selain dengan sabun dan air. Metode yang sederhana, cepat, dan mudah menjadikan banyak orang menggunakannya.

Biasanya ada dua jenis hand sanitizer yakni yang berbasis alkohol dan non-alkohol. Dalam hand sanitizer non-alkohol, benzalkonium klorida adalah senyawa aktif, yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun.

Kandungan ini lebih aman dan juga memberikan perlindungan terhadap kuman. Hand sanitizer non-alkohol memiliki risiko lebih rendah ketika secara tidak sengaja tertelan atau terkena api.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa sanitizer ini kurang efektif dalam mencegah penularan kuman.

Hand sanitizer berbasis alkohol digunakan oleh banyak orang dan petugas kesehatan. Hand sanitizer mengandung bahan-bahan alkohol seperti isopropanol, n-propanol, etanol atau kombinasi dari keduanya. Biasanya, dibuat dari 60-85 persen etanol karena aktivitas antimikroba yang kuat.

Menurut sebuah penelitian, penggunaan hand sanitizer beralkohol bisa mengurangi infeksi tangan, khususnya pada petugas layanan kesehatan.

Sehingga bisa mengurangi penularan infeksi kepada pasien, dan akhirnya mengurangi tingkat kematian mereka. Studi ini juga menunjukkan bahwa hand sanitizer bisa mengurangi penularan patogen pada sekitar 1,4 juta pasien di seluruh dunia.

2 dari 4 halaman

Mengapa Hand Sanitizer Berlebih Berbahaya?

Ilustrasi Hand Sanitizer© Pexels.com

Selain dari alkohol, hand sanitizer juga mengandung bahan aktif lain yang disebut triclosan atau TCS. Kandungan ini adalah agen antibakteri dan antijamur yang digunakan dalam produk perawatan pribadi seperti sabun, pasta gigi, deodoran dan krim kulit.

Meskipun senyawa ini efektif melawan kuman dan mikroba, penggunaan yang berlebihan setiap hari bisa berbahaya.

Sebagian besar hand sanitizer mengandung etanol tinggi atau etil alkohol untuk perlindungan terhadap berbagai jenis mikroba.

Etil alkohol adalah sejenis cairan mudah terbakar yang tidak berwarna dan memiliki aroma tajam pada hand sanitizer.

Pada suhu kamar, hand sanitizer mudah menguap menjadi uap yang mudah terbakar jika tidak sengaja bersentuhan dengan panas.

3 dari 4 halaman

Pedoman Penggunaan Hand Sanitizer

Ilustrasi© Pexels.com

Occupational Health and Safety Administration (OSHA) memiliki pedoman khusus untuk penggunaan Hand Sanitizer secara yang aman.

  • Sebelum menggunakan alkohol sanitizer, pastikan untuk menyingkirkan semua sumber api di sekitar untuk mencegah kemungkinan kebakaran.
  • Jika hand sanitizer jatuh secara tidak sengaja, segera bersihkan dengan air.
  • Simpanlah di tempat yang jauh dari panas, percikan api, kunci kontak, nyala api, sakelar, atau panas ekstrem.
  • Jangan izinkan anak-anak menggunakannya secara berlebihan. Jika diberikan kepada anak-anak harus di bawah pengawasan yang tepat dari orang dewasa.
  • Hindari menyimpannya di tempat yang mudah diakses oleh anak-anak.
4 dari 4 halaman

Bahaya kimiawi Terhadap Kulit

Ilustrasi Hand Sanitizer© Freepik.com

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Environment International, paparan hand sanitizer selama 30 hari secara terus-menerus dapat mengembangkan resistensi terhadap bakteri. Mereka juga tidak memiliki efek negatif pada kulit yang bisa berbahaya.

Sesuai instruksi dari Food and Drug Administration (FDA/sejenis Badan POM), berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan hand sanitizer:

  • Bahan kimia atau antimikroba yang keras pada hand sanitizer dapat memberikan sensasi terbakar atau menyebabkan gatal pada kulit.
  • Penggunaannya yang berlebihan dapat mengeringkan lapisan atas kulit, dan menyebabkannya mengelupas.
  • Hal ini dapat membuat sensitivitas kulit terhadap sinar UV dan menyebabkan kulit terbakar.
  • Triclosan dapat masuk jauh ke dalam kulit dan memasuki aliran darah yang menyebabkan reaksi alergi.
  • Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi luar karena perkembangan strain yang resisten.
  • Hand Sanitizer tidak bisa membersihkan gula dan lemak yang ada di tangan setelah makan. Kemungkinannya adalah mereka dapat melekat ke wajah atau mata dan menyebabkan infeksi.
  • Bahaya Lainnya yaitu dapat menyebabkan keracunan alkohol jika tidak sengaja tertelan anak-anak.
  • Hand sanitizer juga dapat menyebabkan gangguan hormonal di dalam tubuh karena perkembangan bakteri yang resisten antibiotik. Bahan kimia dalam hand sanitizer dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Wewangian sintetis dalam hand sanitizer juga mengandung banyak bahan kimia dan dapat menyebabkan perubahan gen pada manusia.

 

(Sumber Boldsky)

Beri Komentar