Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi beberapa orang yang memiliki riwayat masalah pencernaan, penting untuk mewaspadai asupan makanan saat berpuasa.
Beberapa makanan dan kebiasaan makan bisa dengan mudah memicu mual, lambung perih hingga lemas.
Demi menjaga kondisi kesehatan pencernaan, coba terapkan trik berikut selama berpuasa. Dijamin, masalah pencernaan bisa dihindari.
1. Perbanyak konsumsi serat
Peran serat sangat penting untuk percernaan. Sifatnya yang membantu menyerap air membuat feses menjadi lunak. Selain itu, serat dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus.
Makanan pun menjadi mudah dicerna di dalam saluran pencernaan dan terhindar dari gangguan sembelit. Untuk memenuhi kebutuhan serat ini, kamu bisa mendapatkannya dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.
2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Asupan cairan harus tetap terpenuhi selama bulan puasa. Pastikan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari. Pembagiannya adalah 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, dan 4 gelas pada malam hari sampai menjelang tidur malam.
3. Kurangi makanan tinggi lemak
Makanan berlemak dapat memperlambat proses pencernaan makanan. Jika makanan terus menempuk dalam jumlah banyak, maka mudah muncul keluhan sakit perut atau perut kembung. Sebaiknya perbanyak konsumsi lemak sehat seperti makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan salmon, tuna, atau avokad.

4. Konsumsi probiotik secara rutin
Probiotik adalah bakteri baik yang dapat mendukung sistem pencernaan karena mampu menekan bakteri buruk di dalamnya. Konsumsilah probiotik lewat yoghurt atau tempe.
5. Hindari makanan olahan
Saat beduk azan magrib, sebaiknya hindari konsumsi makanan olahan yang banyak mengandung pengawet dan lemak jenuh yang bisa timbulkan gangguan pada pencernaan, seperti peradangan pada usus.
(Sah, Sumber: Liputan6)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari