10 Hal Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Donor Darah

Reporter : Siwi Nur Wakhidah
Selasa, 22 Oktober 2019 13:48
10 Hal Wajib Diketahui Sebelum Melakukan Donor Darah
Donor darah merupakan kegiatan sosial baik, selain berdampak baik untuk orang lain, donor darah dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Sebelum donor darah, perhatikan hal ini terlebih dahulu.

Dream - Donor darah mulai menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Tak hanya untuk membersihkan darah, seseorang pendonor telah melakukan perbuatan mulia karen bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan. 

Ada beberapa kondisi di mana manusia mengalami kekurangan darah, seperti terserang penyakit kronis dan mengalami kecelakaan. Di momen itulah keberadaan seorang pendonor darah sangat penting.

Manusia yang kekurangan darah hanya bisa mendapatkan donor dari orang lain dengan golongan darah sama.

Donor darah menjadi salah satu cara menyelamatkan orang kekurangan darah. Kegiatan ini mengatasnamakan kemanusiaan, karena menyangkut nyama orang lain. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat tak semua orang bisa menjadi pendonor darah.

Apabila ada kesalahan dalam donor darah, risikonya tidak hanya diterima pendonor saja, tapi juga pasien yang memutuhkan darah. Untuk lebih jelasnya, simak artikel tentang hal yang harus diketahui sebelum donor darah berikut ini.

1 dari 5 halaman

Pahami Hal Ini Sebelum Donor Darah

1. Tidak Semua Orang Bisa Donor Darah

Sebelum melakukan donor darah, ada serangkaian tes yang harus dijalani pendonor. Mulai dari tekanan darah dan riwayat kesehatan. Pendonor akan diberi formulir pendaftaran pendonor yang berisi biodata, usia hingga berat badan.

Jauh sebelum mendaftarkan diri, perhatikan syarat umum pendonor darah berikut ini:
-    Minimal berusia 17 tahun
-    Memiliki berat badan ideal, dan tidak terlalu kurus.
-    Memiliki tekanan darah normal.
-    Sedang tidak hamil atau menstruasi bagi perempuan.

 Donor Darah

Dan, masih ada beberapa lagi syarat khusus yang tak kalah penting. Syarat tersebut tidak boleh disepelkan karena dapat berakibat fatal.

2. Risiko Minor Donor Darah

Apabila sudah memenuhi syarat dan diperbolehkan dokter melakukan donor, kita juga harus tahu kalau akan ada risiko minor. Biasanya risiko minor tersebut berupa memar di area bekas jarum, rasa sakit di sekitar lengan, merasa pusing, lemas hingga iritasi syaraf.

2 dari 5 halaman

Pendonor Harus Tahu Ini

3. Kesehatan Pendonor

Masih termasuk dalam syarat pendonor, kesehatan jadi yang utama. Calon pendonor harus dalam keadaan sehat sebelum melakukan donor. Bahkan perlu persiapan jauh-jauh hari agar tubuh tetap sehat hingga hari donor darah tiba. Kondisi calon pendonor yang sehat, akan memberikan efek pada kondisi darahnya, sehingga berpengaruh pada kesehatan penerima darah.

 Donor Darah

Jika Sahabat Dream hendak donor darah, hindari begadang beberapa hari sebelum donor darah dan jangan mengonsumsi obat-obatan apapun. Apabila merasa tidak enak badan, lebih baik menunda waktu donor hingga kesehatan membaik.

4. Batasan Usia Pendonor

Batas bawah usia calon pendonor adalah 17 tahun, dan tidak ada batas atas usia calon pendonor. Menurut Pampee Young dari American Red Cross, selama kesehatan terjaga dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis, usia berapa saja diperbolehkan jadi pendonor darah.

3 dari 5 halaman

Penderita Penyakit Kronis Tidak Boleh Donor Darah

5. Penderita Penyakit Kronis

Penyakit ringan seperti flu, batuk dan pilek saja disarankan untuk tidak melakukan donor, apalagi kalau memiliki riwayat penyakit kronis, jelas akan ditolak. Ada beberapa kasus di mana, calon pendonor tidak mengetahui riwayat penyakitnya, ketika melakukan tes, ditemukan kejanggalan di darah dan tubuhnya, maka ia tidak akan diperbolehkan untuk donor darah.

 Donor Darah


Kondisi pendonor yang tidak sehat, akan mempengaruhi kesehatan penerima darah. Hal ini disebabkan karena kondisi darah sedang dalam keadaan tidak baik, sehingga kualitasnya pun tidak baik.


6. Penderita STD (Sexually Transmitted Disease)

Penderita STD atau penyakit kelamin seperti hepatitis B dan C, herpe dan HIV, disarankan untuk tidak melakukan donor darah. Calon pendonor dengan STD sangat berisiko menulari penerima darah, bahkan bisa mengancam petugas donor darah yang berinteraksi langsung saat tranfusi.

Jadi, lebih baik lakukan pengobatan terlebih dahulu. Untuk penderita penyakit sifilis, bisa melakukan donor setelah 12 bulan perawatan.

4 dari 5 halaman

Persiapan Sebelum Donor Darah

7. Persiapan Donor Darah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perlu persiapan diri sebelum donor darah. Persiapan yang paling penting ialah menjaga kesehatan tubuh. Apabila tubuh dalam kondisi sehat, maka darah yang dimiliki juga sedang berada dalam kondisi baik. Selain itu, persiapan yang baik akan lebih memudahkan tubuh untuk melakukan pemulihan setelah donor darah.

8. Tak Perlu Tahu Golongan Darah Dulu

 Donor Darah

Banyak calon pendonor yang urung melakukan donor karena tidak mengetahui golongan darahnya. Dilansir dari The Healthy, calon pendonor tidak diharuskan tahu golongan darah mereka untuk donor darah. Sebelum dan sesudah donor, darah yang didonorkan oleh pendonor akan tetap diperiksa dan dilakukan serangkaian tes.

Sebelum donor, calon pendonor akan diperiksa terlebih dahulu. Pun, ketika darah hendak ditransfusikan ke penerima, ada tes khusus untuk mengetahui kecocokan darah. Jadi, jangan khawatir golongan darah tidak sesuai.

5 dari 5 halaman

Fakta dan Manfaat Donor Darah

9. Manfaat Donor Darah

Setelah berdonor darah, mungkin kita akan kehilangan sebagian darah dalam tubuh kita. Walau begitu bukan berarti tubuh akan jadi lemah dan kekurangan darah. Justru, donor darah akan membuat jantung jadi lebih sehat, dan menurunkan risiko kanker. Selain itu, donor darah juga punya manfaat kesehatan mental, membantu kita untuk bersyukur dan bahagia karena telat membantu orang lain.

 Donor Darah


10. Hanya 5-6% Pendonor yang Bersedia

Dari sekian banyak manusia di dunia yang memenuhi syarat pendonor darah, hanya 5-6% saja yang bersedia mendonorkan darahnya. Itu berarti, masih banyak orang yang sebenarnya layak mendonor tapi masih enggan menjadi pendonor. Kondisi ini bisa berakibat pada kelangkaan persediaan darah untuk orang yang membutuhkan.

Jadi, sudah siap untuk donor darah?

(Sah, Sumber: The Healthy)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik